Suara Denpasar - Seorang wanita sekaligus ibu bernama Marianne Bachmeier mengarahkan pistol ke punggung Klaus Grabowski, pembunuh putrinya dan menarik pelatuk pistol yang ada di tangannya sebanyak delapan kali.
Melansir dari allthatsinteresting.com, sebanyak tujuh tembakan mengenai Grabowski, lalu terdakwa yang berusia 35 tahun itu langsung tewas seketika.
Karena aksinya tersebut, Marianne Bachmeier akhirnya mendapat julukan sebagai 'Ibu Pembalasan'.
Setelah membunuh Grabowski, Marianne Bachmeier sendiri segera ditahan tanpa melakukan perlawanan.
Marianne Bachmeier menjadi terkenal di Jerman bahkan di dunia setelah menghabisi nyawa pembunuh putrinya saat di persidangan.
Peristiwa tersebut terjadi pada 6 Maret 1981 di pengadilan Negeri Lübeck, Jerman.
Dilansir dari laman allthatsinteresting.com, pada persidangan hari ketiga, Marianne Bachmeier secara sengaja menyelundupkan sebuah pistol Beretta kaliber 22 ke dalam saku mantelnya saat memasuki ruangan persidangan.
Sejumlah film juga telah dibuat berdasarkan kisah dari Marianne Bachmeier.
Beberapa film tersebut seperti berjudul Annas Mutter (1981) yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Ibu Anna.
Baca Juga: Jelang Valentine, Intip 5 Zodiak yang Ternyata Hobi Bucin sama Pasangan
Selain itu, tiga tahun kemudian film berjudul De zaak Marianne Bachmeier juga muncul.
Marianne Bachmeier mengaku tidak pernah menyesal atas aksinya membunuh Klaus Grabowski meski ia harus menjalani hukuman.
Bahkan, dia juga mengaku jika pembunuhan yang dilakukannya telah dipertimbangkan dengan cermat.
Seperti yang terungkap saat dia muncul dalam acara bincang-bincang Fliege di saluran TV Das Erste pada September 1995.
Bachmeier mengatakan bahwa ia melakukannya untuk menegakkan hukum terhadap pembunuh putrinya.
Selain itu hal tersebut juga untuk mencegahnya menyebarkan kebohongan lebih lanjut mengenai putrinya, Anna.