Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 26 April 2026 | 16:42 WIB
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
Gubernur BI Perry Warjiyo mengeluarkan jurus strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia [Suara.com/ Rina]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dari dampak ketidakpastian global 2026.
  • Perang di Timur Tengah memicu kenaikan harga komoditas dan inflasi global yang menekan nilai tukar Rupiah di Indonesia.
  • Permintaan domestik dan belanja pemerintah yang kuat menjaga proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada kisaran 4,9–5,7 persen.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi Indonesia 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, optimis dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah dapat dimitigasi dengan baik. Langkah strategis ini mencakup penguatan kebijakan moneter untuk memastikan pertumbuhan domestik tetap berada pada jalur yang positif di tengah guncangan geopolitik.

"Memburuknya perekonomian dan pasar keuangan global tersebut mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga ketahanan eksternal, memperkuat stabilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Pejabat Bank Indoneska ajukan resign
Pejabat Bank Indoneska ajukan resign

Perry menuturkan, memburuknya kondisi dunia saat ini tidak lepas dari dampak perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan komoditas global secara signifikan.

Hal ini membuat prospek ekonomi global tahun 2026 diperkirakan melambat menjadi 3,0 persen dari prakiraan sebelumnya sebesar 3,1 persen.

Selain itu, ancaman inflasi global yang diprediksi naik menjadi 4,2 persen dari angka sebelumnya 4,1 persen semakin mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter dunia.

"Terutama dengan potensi tertundanya penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat atau Fed Funds Rate (FFR) hingga akhir 2026," jelasnya.

Perry juga menyoroti meningkatnya imbal hasil (yield) US Treasury yang dipengaruhi oleh proyeksi defisit fiskal Amerika Serikat yang lebih besar. 

Kondisi ini memicu pergeseran aliran modal global menuju aset aman (safe-haven assets), terutama pasar uang AS, sejalan dengan fenomena flight to safety.

baca juga

"Dampaknya, indeks dolar AS (DXY) terus menguat terhadap mata uang negara maju, sementara mata uang negara berkembang (emerging markets) termasuk Rupiah mengalami tekanan yang semakin berat," bebernya.

Meski ditekan sentimen global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.

Konsumsi rumah tangga terpantau naik signifikan berkat tingginya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan permintaan selama perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.

Selain itu, belanja Pemerintah melalui pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif investasi bangunan turut menjadi motor penggerak utama.

Bank Indonesia juga terus mempererat sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pembiayaan program Asta Cita Pemerintah.

Di level internasional, BI memperluas kerja sama konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Transaction), serta memfasilitasi promosi investasi di sektor prioritas.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan tetap kokoh dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Melalui penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia di sektor moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Dia memastikan koordinasi dengan program pemerintah akan terus ditingkatkan. 

"Fokus utama tetap pada mitigasi risiko perlambatan dunia guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mendukung keberlanjutan sumber pertumbuhan ekonomi dari dalam negeri," pungkasnya. .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Berkat Bantuan BI Rupiah Akhirnya Bangkit, Ditutup ke Level Rp 17.228

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 16:08 WIB

Terkini

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:55 WIB

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Rugikan Negara Rp9,1 Miliar, Oknum ASN Penetap Proyek RSUD Parung Dijebloskan ke Lapas

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:54 WIB

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:49 WIB

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:44 WIB

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus

Entertainment | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:41 WIB

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:40 WIB

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:37 WIB

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:35 WIB

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:30 WIB

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 19:29 WIB

×