Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was

Achmad Fauzi

Minggu, 26 April 2026 | 16:35 WIB
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
Ilustrasi vape (Freepik/Racool_studio)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menolak wacana pelarangan total rokok elektronik di Indonesia pada Minggu (26/4/2026).
  • Industri vape saat ini menyerap 100 ribu tenaga kerja serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan devisa ekspor.
  • Pemerintah didorong untuk menerapkan regulasi pengawasan standar mutu dan keamanan yang seimbang daripada sekadar melarang operasional industri tersebut.

Suara.com - Wacana pelarangan rokok elektronik atau vape yang mencuat belakangan ini menuai sorotan. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari terganggunya industri hingga ancaman terhadap tenaga kerja yang bergantung pada sektor tersebut.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam merumuskan kebijakan terkait industri rokok elektronik (REL). Ia menegaskan bahwa pendekatan pelarangan total justru berisiko menimbulkan efek domino bagi perekonomian nasional.

"Negara harus mempertimbangkan keberlangsungan industri dan nasib para pekerja yang menggantungkan hidupnya di sektor ini. Regulasi yang baik adalah regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan kesehatan dan keberlanjutan ekonomi," ujar Lamhot seperti dikutip, Minggu (26/4/2026).

Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)
Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)

Menurutnya, industri vape saat ini telah berkembang pesat dan menjadi bagian dari industri hasil tembakau nasional yang berkontribusi terhadap penerimaan negara. Karena itu, kebijakan yang diambil tidak boleh semata-mata didasarkan pada pendekatan restriktif tanpa mempertimbangkan aspek ekonomi.

Berdasarkan data industri, sektor rokok elektronik di Indonesia kini melibatkan sekitar 300 produsen dan menyerap sedikitnya 100 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jika pelarangan diterapkan tanpa kajian menyeluruh, dampaknya dinilai bisa signifikan, termasuk potensi pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, industri ini juga menunjukkan kinerja positif di pasar global. Nilai ekspor produk rokok elektronik Indonesia tercatat meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, menandakan daya saing yang mulai terbentuk di kancah internasional.

Lamhot menekankan bahwa pemerintah seharusnya mengedepankan pendekatan regulasi yang seimbang dan berbasis data, bukan pelarangan menyeluruh. Ia juga mengingatkan bahwa negara telah mengakui industri ini sebagai sektor legal melalui kebijakan cukai.

"Kalau kemudian dilarang begitu saja, maka efeknya bukan hanya kepada industri, tetapi juga kepada pekerja, penerimaan negara, dan devisa ekspor. Ini yang harus dipikirkan secara komprehensif sebelum mengambil keputusan," ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut, ia mendorong agar pengawasan industri diperkuat melalui penerapan standar mutu dan keamanan, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pengendalian distribusi dan edukasi konsumen.

"Yang kita butuhkan adalah regulasi yang cerdas dan adaptif, bukan pelarangan yang terburu-buru. Negara harus mampu hadir sebagai regulator yang melindungi Masyarakat dan juga memberi ruang bagi industri nasional untuk tumbuh secara bertanggung jawab," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:35 WIB

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB

Terkini

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Laba Bank Jago Meroket 50 Persen Jadi Rp298 Miliar hingga Kuartal III-2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:37 WIB

×