Ferdy pun paham. Dia menjelaskan, uang Rp5 juta itu biasanya disebut down payment. Atau uang di depan. Biasanya, pencipta lagu akan mengambil royalti di belakang, setelah lagunya itu dipasarkan.
"Nah royaltinya kan gede? " jelas Ferdy.
Sambil menarik napas, Ressa agak susah menjawab. Dia justru balik bertanya, "tahunya gede itu dari mana?"
"Ya kan top download (RBT) sudah pasti, terus YouTube-nya juga kan lu lihat? Ya ibaratnya M-M-an (miliaran) lah dapat," ucap Ferdy.
"Hundred-hundred (ratusan juta) aja enggak kok," kata Ressa.
Dengan berseloroh, Ferdy pun mengatakan Ressa blo’on. Dia pun memberi saran agar Ressa mengurus karya-karyanya.
Ressa mengakui, sejak dia berkarya tidak pernah mengurus hak-haknya. Dan dia sendiri mengaku tidak paham hal tersebut.
Katanya, semua mastering albumnya yang dulu, seperti di Youtube tidak ada yang merupakan dia sendiri upload. Melainkan orang lain.
Begitu juga dengan lagu ciptaannya untuk dinyanyikan orang lain, Ressa mengaku tidak ada satu rupiah pun yang diberikan kepadanya sebagai royalti. Ressa mengakui dia belum ikut publisher.
"Banyak duit loh di luar sebenarnya yang harus lu tagih, itu hak lu soalnya," tandas Ferdy. (*)