Suara Denpasar - Irham Prabu Djaya, pembuat video prank yang sempat viral di media sosial karena menggambarkan adanya aksi razia buku nikah oleh pihak hotel langsung menghadap dan meminta maaf kepada Gubernur Bali Wayan Koster.
Bukan hanya sekadar mengakui kesalahannya.
Dengan jantan, secara terbuka dia meminta maaf kepada masyarakat Bali secara luas.
Berikut kepada pihak hotel Novotel, wisatawan domestik, maupun asing yang sempat resah dengan beredarnya video tersebut.
Pemilik akun TikTok @Iprabudjaya itu menjelaskan bahwa video yang beredar di masyarkat itu adalah video yang terpotong.
Sebenarnya, dalam video asli miliknya juga sudah jelas di akhir video dinyatakan itu sebuah prank.
"Malam ini saya menghadap Pak Gubernur Wayan Koster," katanya dalam video permintaan maaf yang dikutip, Rabu 15 Februari 2023.
Pak Yan Koster, begitu sapaan Gubernur Bali itu tampak dengan seksama mendengarkan penjelasan Djaya.
"Tidak ada kesengajaan. ini video prank untuk menyambut ulang tahun istri saya. Saya ingin memprank atas permintaan saya," paparnya.
Baca Juga: Viral Video Wisatawan Nginep di Hotel Bali Ditanyai Bukti Nikah Ternyata Cuma Prank
Dia menerangkan, sang istri lahir pada 14 Februari 1963. Dan, pihak Novotel sendiri tidak ada kaitannya dengan video tersebut.
Mengingat, dirinya yang sudah sering menginap di sana yang meminta tolong kepada pihak security untuk membantunya membuat surprise ulang tahun bagi istrinya saat Valentine.
"Saya memohon maaf kepada Pak Gubernur dan Pak Kadis. Dan, tidak ada kesalahan dari pihak Novotel. Saya hanya bermaksud menyenangkan istri saya," tukasnya.
Dalam video permintaan maaf itu, dia juga meminta maaf kepada wisatawan dan juga masyarakat Bali yang terganggu atas potongan video yang beredar.
Postingan video itu sendiri juga sudah dia hapus. ***