Jokowi dan Prabowo Diminta Waspada Usai Dubes AS Kunjungi PKS Bahas Militer

Suara Denpasar

Minggu, 26 Februari 2023 | 21:18 WIB
Jokowi dan Prabowo Diminta Waspada Usai Dubes AS Kunjungi PKS Bahas Militer
Jokowi dan Prabowo Diminta Waspada Usai Dubes AS Kunjungi PKS Bahas Militer (/Foto: Tangkap layar video YouTube PKSTV)

Denpasar Suara - Jokowi dan Prabowo diminta waspada usai Dubes AS kunjungi kantor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan membahas soal militer.

Permintaan waspada itu disampaikan oleh warganet di sosial media Twitter sambil mengunggah video konferensi pers PKS bersama Dubes AS.

Terlihat Dubes AS, Sung Y. Kim  kunjungi PKS, obrolan serius dan hangat terjalin antara dua pihak.

Duta Besar Amerika Serikat baru-baru ini bikin heboh masyarakat Indonesia, pasalnya ia berkunjung ke Kantor Partai Keadilan Sejahtera.

Kabar itu kemudian dipublikasikan oleh PKS, berdasarkan keterangan mereka, Presiden PKS, Ahmad Syaikhu telah menjalin obrolan hangat tentang beberapa isu.

Topik yang dibahas sangat beragam, namun tentunya seputar hubungan Indonesia dan Amerika Serikat.

Adapun topik yang dibahas seputar ekonomi, demokrasi, serta topik hubungan militer yang menjadi perbincangan panas warganet.

Video itu menampilkan konferensi pers Dubes AS bersama Presiden PKS tentang pertemuan dan obrolan mereka.

Video itu diunggah oleh channel YouTube PKSTV pada 11 hari lalu, kemudian viral dan beredar di sosial media, salah satu warganet yang membagikan video itu adalah akun Twitter @MARQUEZ_93, dilansir pada Minggu, 26 Februari 2023.

baca juga

Selain mengunggah video itu, sang warganet pemilik akun Twitter tersebut menuliskan cuitan pedas.

Pemilik akun bahkan mengingatkan agar Prabowo dan Jokowi waspada.

"Ini ngapain Dubes AS ikut campur urusan Politik dlm negeri Indonesia, yg dikunjungi Partai Oposisi, Bahas militer, ekonomi, PKS Oposisi ngerti apa, Kok enggak masuk akal sama sekali, Nyebut Presiden emang Presiden Indonesia Ahmad Syaikhu apa. Pak @jokowi @prabowo harus waspada!," tulisnya dalam cuitan tersebut.

Adapun dalam video itu Dubes AS berbicara dengan bahasa Inggris, kemudian diterjemahkan oleh penerjemah setiap kalimatnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatian publik adalah pernyataan Dubes AS yang menjelaskan bahwa pihaknya bersama Presiden PKS membahas hubungan militer antara Amerika Serikat dan Indonesia.

"Kita berdiskusi tentang kuatnya hubungan militer antara Amerika Serikat dengan Indonesia," ujar Sung Y. Kim dalam konferensi pers.

Selain hubungan militer, Dubes AS bersama PKS juga membahas seputar demokrasi dan ekonomi. (Putra Bara/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nonton Bareng F1 Powerboat di Danau Toba, Jokowi Sebut Bisa Jadi Pendorong Ekonomi Daerah

Nonton Bareng F1 Powerboat di Danau Toba, Jokowi Sebut Bisa Jadi Pendorong Ekonomi Daerah

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2023 | 19:27 WIB

Tanya Apakah Program Hilirisasi Bakal Dilanjutkan Pemimpin RI Selanjutnya, Jokowi: Saya Rasa Tidak

Tanya Apakah Program Hilirisasi Bakal Dilanjutkan Pemimpin RI Selanjutnya, Jokowi: Saya Rasa Tidak

Bisnis | Minggu, 26 Februari 2023 | 18:25 WIB

CEK FAKTA: Indonesia Tercoreng, Jokowi Minta Maaf ke Perdana Menteri India karena Azib Ali Ditolak Syarifah

CEK FAKTA: Indonesia Tercoreng, Jokowi Minta Maaf ke Perdana Menteri India karena Azib Ali Ditolak Syarifah

Denpasar | Minggu, 26 Februari 2023 | 18:10 WIB

Terkini

Menhut Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalsel

Menhut Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalsel

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Bukan Sekadar Lari, Aktivitas Fisik Juga Bisa Jadi Jalan untuk Kesehatan dan Kepedulian

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:28 WIB

1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?

1.926 Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Mengapa Baru 17 Tersangka?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Promo J.CO dari BRI, Dapatkan Gratis 2 Coffee Drip Sachet Reserve!

Promo J.CO dari BRI, Dapatkan Gratis 2 Coffee Drip Sachet Reserve!

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:23 WIB

KPK Bawa 60 Dokumen dari Rektorat Unsoed, Plt Rektor Tegaskan Tak Ada Pemeriksaan

KPK Bawa 60 Dokumen dari Rektorat Unsoed, Plt Rektor Tegaskan Tak Ada Pemeriksaan

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:18 WIB

Cashback Rp50.000 di Yoshinoya, Syaratnya Bayar Pakai BRImo Aja!

Cashback Rp50.000 di Yoshinoya, Syaratnya Bayar Pakai BRImo Aja!

Bri | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Polisi vs Polisi di Palangka Raya: Kanit Reskrim Ribut dengan Kasat Lantas, Satu Orang Luka

Polisi vs Polisi di Palangka Raya: Kanit Reskrim Ribut dengan Kasat Lantas, Satu Orang Luka

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Hadapi Era AI, Pendidikan Didorong Bentuk SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045

Hadapi Era AI, Pendidikan Didorong Bentuk SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Gempa 5,9 Magnitudo Sebabkan Pipa Bawah Tanah Pecah, Bagaimana Kondisi PLTN Jepang?

Gempa 5,9 Magnitudo Sebabkan Pipa Bawah Tanah Pecah, Bagaimana Kondisi PLTN Jepang?

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Bukan Soal Substansi, Pengacara Febrie Adriansyah Sebut Praperadilan Hanya Uji Prosedur

Bukan Soal Substansi, Pengacara Febrie Adriansyah Sebut Praperadilan Hanya Uji Prosedur

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:10 WIB

×