Suara Denpasar - Kabar gembira bagi publik pecinta literasi. Seminar Indonesia Menggugat Penggulingan Sukarno akan diselenggarakan di Bandung, Sabtu, 4/3/2023.
Dalam poster yang disebar, Seminar Indonesia Menggugat Penggulingan Sukarno diinisiasi oleh beberapa komunitas, seperti Penerbit Buku Ultimus, Agrarian Resources Center, Beranda Rakyat Garuda, dan Penerbit Marjin Kiri.
Sesuai namanya, Seminar Indonesia Menggugat Penggulingan Sukarno bakal dihelat di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan no. 5, Kota Bandung.
Seminar Indonesia Menggugat Penggulingan Sukarno ini berisi beberapa kegiatan budaya, seperti diskusi, bedah buku dan nonton film.
Pada pembukaan, tercatat nama Sutami Amin (Agrarian Resources Center), Ronny Agustinus (Penerbit Marjin Kiri) , Dolorosa Sinaga (Beranda Rakyat Garuda) akan memberi sambutan.
Lalu kemudian hadir pula Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemendikbud), yang diusung sebagai pembicara utama, dalam diskusi dengan tema "Keterlibatan Negara Adi Daya Dalam Penggulingan Pemerintahan di Negara Ketiga".
Tema tersebut didasarkan pada temuan mutakhir dari Buku karya Vincent Bevins, "The Jakarta Method: Washington’s Anticommunist Crusade & the Mass Murder Program that Shaped Our World".
Buku itu secara garis besar memberi gambaran soal periode Perang Dingin, dan bagaimana pengaruhnya bisa membentuk situasi politik ekonomi internasional seperti saat ini.
Lalu acara di Seminar Indonesia Menggugat Penggulingan Sukarno dilanjutkan dengan screening film, yang bertajuk "Indonesia's 1965 Genocide: Germany's Unknown War Against Communism".
Baca Juga: Sambil Pegangan Tangan Indra Bekti Ungkapkan Isi Hati untuk Aldila Jelita, Penuh Pilu dan Haru
Nama seperti Sri Lestari Wahyoeningrum, Reza Muharam, Tristal Pascal Moeliono tercatat akan memandu diskusi film tersebut.
Terakhir, ada diskusi "Warisan Berkelanjutan dan Penyelesaian Berkeadilan Bagi Korban/Penyintas". Diskusi ini akan dipandu Alvin Woworuntu.
Hadir pula Vincent Bevins, penulis Metode Jakarta, yang akan ditemani Dhianita Kusuma Pertiwi dan Joss Wibisono dalam diskusi. Dan Tim Perumus, kemudian, akan memberi kesimpulan serta Konferensi Pers. (Rizal/*)