7 Wisata Religi di Bali yang Tak Kalah dari Pulau Jawa, Tersimpan Sejarah Islam hingga Miliki Kisah Mistis

Suara Denpasar

Senin, 06 Maret 2023 | 11:59 WIB
7 Wisata Religi di Bali yang Tak Kalah dari Pulau Jawa, Tersimpan Sejarah Islam hingga Miliki Kisah Mistis
Makam dari Ratu Ayu Anak Agung Rai atau Raden Ayu Siti Khotijah yang kini menjadi salah satu wisata religi Islam di Bali ((Foto/Istimewa))

Suara Denpasar Pulau Dewata Bali bukan soal pesona wisata pantai dan alam yang memikat hati para wisatawan mancanegara hingga domestik untuk datang. 

Tetapi juga memiliki wisata religi Islam yang tidak pernah diketahui pubik. Wisata islam ini menyimpan banyak peristiwa tentang penyebaran agama Islam pertama di Pulau Bali. Bahkan menyimpan berbagai kisah mistis

Di Bali sendiri ada 7 wisata religi yang keberadaan hingga saat ini masih terjaga dan masih dikunjungi oleh penduduk lokal Islam di Bali. 

Berikut 7 lokasi wisata religi Islam yang disarikan dari berbagai sumber yang ada:

1. Makam Wali Negara atau Datuk Lebai Melayu Habib Ali Bin Umar Bafaqih

Makam Habib Ali bin Umar Bafaqih lokasi tidak jauh dari pusat Kota Kabupaten Jembrana. Makam ini berlokasi di Jalan Nangka No. 145 Desa Loloan Barat Kecamatan Negara Jembrana. 

Sekedar diketahui lokasi makam dari Datuk Lebai Melayu kelahiran Banyuwangi Jawa Timur ini berada di Area Pondok Pesantren Syamsul Huda yang didirikannya pada tahun 1935. 

Menariknya, beliau saat mudanya pernah belajar memperdalam ilmu ke tanah Mekkah selama 7 tahun lamanya. 

Sepulangnya dari Makkah, beliau juga pernah mondok di salah satu pesantren di Jombang, sampai akhirnya beliau datang berdakwah di pulau Bali atas permintaan Datuk Kyai Haji Mochammad Said seorang ulama besar di Loloan untuk menyebarkan Agama Islam. 

baca juga

Maka tidak heran banyak dari warga Kabupaten Jembrana Bali mengikuti ajarannya dengan memeluk agam Islam.  

2. Makam Wali Karangrupit, The Kwan Lie atau Syekh Abdul Qodir Muhammad

Makam Syekh Abdul Qadir Muhammad terletak di Desa Temukus  berada tepat di samping Pura Agung Labuan Aji, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng

Syekh Abdul Qadir Muhammad datang ke Bali untuk mensyiarkan agama Islam mulai dari Karangasem, Buleleng, hingga Jembrana. Kini makam beliau ramai dikunjungi oleh para peziarah dari dalam dan luar Bali.

3. Makam Wali Bukit Bedugul atau Syekh Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi

Makam Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi yang berlokasi di Puncak Bukit Tapak, di tengah area hutan cagar alam kebun Raya Bedugul milik Perhutani Bali yang hutannya masuk sebagai wilayah konservasi. 

Makam Habib Umar Bin Maulana Yusuf Al-Maghribi merupakan salah satu Wali di Bali yang berjasa dalam mensyiarkan Islam di kawasan pegunungan Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan dan sekitarnya.

Makam Habib Umar bin Yusuf Al-Magribi ramai dikunjungi peziarah pada hari Sabtu dan Minggu, serta saat Hari Raya Idul Fitri. 

4. Makam Wali Kembar Karangasem atau Syekh Maulana Yusuf Al-Baghdi dan Habib Ali Bin Zaenal Abidin Al-Idrus

Makam Keramat Kembar Karangasem di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Di dalam satu cungkup makam kembar ini terdapat makam Habib Ali bin Zainal Abidin al-Idrus berjajar dengan makam tua/kuno yang identitasnya masih simpang siur.

Makam kembar Karangasem biasanya ramai dikunjungi peziarah menjelang bulan puasa, atau hari-hari libur. Peziarah mayoritas berasal dari Jawa dan Kalimantan.

Sedangkan peziarah dari luar negeri yang datang rutin tiap tahun berasal dari Malaysia, Singapura, dan Maroko.

5. Makam Wali Kusamba atau Habib Ali bin Abu Bakar bin Umar Al-Khamid

Makam ini terletak di tepi pantai Desa Kusamba, Kecamatan Dawah, Kabupaten Klungkung, Bali. Sewaktu hidupnya, Habib Ali bin Abu Bakar al-Hamid pernah menjadi penasehat dan guru bahasa Melayu bagi Raja Klungkung saat itu, Dalem I Dewa Agung Jambe.

Selama menjalankan tugasnya, Habib Ali juga memanfaatkan waktunya untuk berdakwah kepada keluarga istana dan orang-orang yang berhubungan dengannya. 

Keberadaan makam Habib Ali sangat dikeramatkan oleh penduduk setempat, baik umat Islam maupun Hindu. Hal ini terbukti dari para peziarah yang tidak hanya berasal dari kalangan Muslim, melainkan juga dari mereka yang beragama Hindu. 

6. Makam Wali Seseh Mengwi, Pangeran Mas Sepuh atau Syeh Achmad Chamdun Choirussoleh

Pangeran Mas Sepuh atau Syeh Achmad Chamdun Choirussoleh berlokasi di Banjar Seseh, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung. 

Syekh Achmad Chamdun Choirussholeh atau Raden Amangkuningrat atau Pangeran Mas Sepuh adalah sosok sakti mandraguna putra dari Raja Mengwi I dengan ibundanya adalah putri dari Kerajaan Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pangeran Mas Sepuh datang ke Bali semata-mata ingin menemui ayahnya di Mengwi. Sebab, Pangeran Mas Sepuh tidak pernah bertemu sang ayah sejak lahir ke dunia. 

Banyak cerita menyebutkan bahwa Raja Mengwi I meninggalkan Blambangan dan kembali ke istananya di Mengwi, saat Pangeran Mas Sepuh masih dalam kandungan.

Setibanya Pengeran Mas Sepuh di Kerajaan Mengwi, ternyata sang ayah telah wafat. Terjadilah perselisihan dengan keluarga Kerajaan Mengwi, hingga akhirnya Pangeran Mas Sepuh meninggalkan istana. 

Saat dalam perjalanan setelah keluar dari Kerajaan Mengwi, segerombolan orang menyerang Pangeran Mas Sepuh. Pertempuran hebat pun terjadi, namun tak satu pun senjata dari gerombolan orang itu yang mampu melukai Pangeran Mas Sepuh. 

7.  Makam Ratu Ayu Anak Agung Rai atau Raden Ayu Siti Khotijah.

Makam Pangeran Sosrodiningrat berlokasi di dekat terminal bus kota Denpasar. Sedangkan makam Ratu Ayu Anak Agung Rai, Dewi Khodijah berada di jalan Batu Karu kota Denpasar Barat, searah dengan jalan menuju perumnas Monang-maning Denpasar.

Pangeran Sosrodiningrat adalah seorang senopati dari Mataram yang terdampar di pulau Bali saat sedang berlayar menuju Ampenan (pulau Lombok). 

Di pulau Bali, Pangeran Sosrodiningrat kemudian dimintai kesediaannya oleh Raja I Gusti Gede Pamecutan untuk memimpin prajurit yang sedang berperang melawan Kerajaan Mengwi. 

Raja Pamecutan juga berjanji kepadanya apabila perang telah usai dan meraih kemenangan, maka ia akan dinikahkan dengan putrinya. Karena jasanya membantu Raja Pamecutan meraih kemenangan, Pangeran Sosrodiningrat akhirnya dinikahkan dengan putrinya, Ratu Ayu Anak Agung Rai. 

Setelah dipersunting oleh Pangeran Sosrodiningrat, Raden Ayu kemudian memeluk agama Islam dan namanya diganti menjadi Raden Ayu Siti Khotijah. 

Setelah menikah, Raden Ayu juga bersungguh-sungguh dalam menekuni, mempelajari dan melaksanakan ajaran Islam secara baik. Namun dianggap oleh keluarganya bahwa itu adalah ajar sesat, siti khadijah akan tahu bahwa beliau akan dibunuh oleh utusan sang raja. 

Sebelum dibunuh dia menyampaikan pesan untuk lemparlah cucuk kondenya ke arah dada siti khadijah sebelah kiri. 

Jika sudah meninggal, dari badan akan keluar asap. Bila asap yang keluar dari badan saya berbau busuk, meminta untuk dimakamkan sembarangan. Tapi, jika asap dari badan berbau harum, tolong dibuatkan tempat suci yang disebut keramat. 

Apa yang terjadi benar saja meninggal dengan keadaan bau harum serta makamnya terus menjulang pohon yang dianggap tumbuh dari rambut siti khadijah. 

Kini makam keduanya ramai menjadi tujuan tempat berziarah bagi para peziarah yang datang baik dari Bali maupun dari luar pulau Bali. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aneh! Pernah Sogok Sekda, 2 Perusahaan Ini Malah Dipakai Pemprov Bali Kelola 'Energi Bersih'

Aneh! Pernah Sogok Sekda, 2 Perusahaan Ini Malah Dipakai Pemprov Bali Kelola 'Energi Bersih'

Denpasar | Senin, 06 Maret 2023 | 11:35 WIB

Integrasi Kegiatan Pramuka, Kwarda Bali Luncurkan Layanan Online

Integrasi Kegiatan Pramuka, Kwarda Bali Luncurkan Layanan Online

Denpasar | Senin, 06 Maret 2023 | 10:44 WIB

7 Tips Wisata di Bali saat Nyepi, Wajib Ikuti Aturan dan Jangan Sembarangan Keluyuran

7 Tips Wisata di Bali saat Nyepi, Wajib Ikuti Aturan dan Jangan Sembarangan Keluyuran

Lifestyle | Senin, 06 Maret 2023 | 09:42 WIB

Marak WNA Lalu Lalang Pakai Plat Nomor Palsu Rusia di Bali: Warga Meradang, Polisi Beraksi

Marak WNA Lalu Lalang Pakai Plat Nomor Palsu Rusia di Bali: Warga Meradang, Polisi Beraksi

News | Minggu, 05 Maret 2023 | 21:06 WIB

WNA Pakai Plat Rusia di Bali Tak Pakai Helm, Tak Punya SIM Dan Tak Bawa Paspor

WNA Pakai Plat Rusia di Bali Tak Pakai Helm, Tak Punya SIM Dan Tak Bawa Paspor

Bali | Minggu, 05 Maret 2023 | 19:51 WIB

CEK FAKTA: El Rumi Patah Hati, Gegara Thariq Nekat Susul Fuji ke Bali dan Paksa Minta Balikan, Benarkah?

CEK FAKTA: El Rumi Patah Hati, Gegara Thariq Nekat Susul Fuji ke Bali dan Paksa Minta Balikan, Benarkah?

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 17:30 WIB

Suram! Celios Bongkar Bobrok Proyek Terminal LNG Sidakarya, Perusda Bali Cuma Kedok, Swasta Berkuasa

Suram! Celios Bongkar Bobrok Proyek Terminal LNG Sidakarya, Perusda Bali Cuma Kedok, Swasta Berkuasa

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 13:14 WIB

Terungkap, Soal Terminal LNG Pemprov Bali Diatur Swasta

Terungkap, Soal Terminal LNG Pemprov Bali Diatur Swasta

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 10:14 WIB

CEK FAKTA: Diam-diam Amanda Manopo Pergi ke Bali Bersama Arya Saloka, Menuju Rumah Orangtuanya?

CEK FAKTA: Diam-diam Amanda Manopo Pergi ke Bali Bersama Arya Saloka, Menuju Rumah Orangtuanya?

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 09:57 WIB

5 Pantai Terindah di Malang Paling Hits Dan Populer, Tak Kalah dari Bali

5 Pantai Terindah di Malang Paling Hits Dan Populer, Tak Kalah dari Bali

Denpasar | Minggu, 05 Maret 2023 | 09:30 WIB

Terkini

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital

Foto | Jum'at, 26 Juni 2026 | 06:00 WIB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB