Suara Denpasar - Polemik tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20, 2023 tengah menjadi perbincangan hangat warganet, beberapa pihak menyampaikan penolakan tersebut.
Indonesia telah dipilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023, tapi sebelum kompetisi olahraga internasional itu diselenggarakan, sudah muncul pro dan kontra.
Pro dan kontra itu adalah terkait penolakan Israel datang ke Indonesia untuk ikut serta dalam kompetisi sepak bola internasional tersebut.
Penolakan Timnas Israel itu kemudian dibahas oleh Rudy S Kamri, SEO channel YouTube Kanal Anak Bangsa, dilansir Suara Denpasar pada Senin, (13/3/2023).
Pembahasan itu siunggah Rudy dalam bentuk video berdurasi 12 menit 54 detik, diunggah dengan judul 'TOLAK TIMNAS ISRAEL FADLI DZON DAN PA212 HANYA PENCITRAAN POLITIK. JANGAN KOTORI SPORT DENGAN POLITIK'. Berikut ini link videonya: https://youtu.be/CunRTIYbjDw
Video itu diunggah Rudy S Kamri pada Jum'at, (10/3/2023) dan sudah ditonton sebanyak 29 ribu kali.
Dalam video itu, Rudy S Kamri sebagai pembicara monolog menyampaikan pendapatnya tentang gerakan tolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20 tahun 2023.
Rudy mengkritik Fadli Zon dan beberapa pihak lainnya yang menolak kehadiran Timnas Israel di ajang kompetisi sepak bola internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia itu.
"Selalu saja ada gangguan-gangguan, ini terkait dengan keikutsertaan Timnas Israel, Israel itu adalah negara yang sah diakui dunia!," ujarnya menjelaskan.
Baca Juga: Jadi Tersangka! Rektor Unud Tabah, Tegaskan Uang SPI Mengalir ke Kas Negara
"Ditolaklah oleh beberapa kelompok masyarakat, oleh PA212, oleh sekelompok masyarakat-masyarakat yang berpikiran sempit," ujarnya melanjutkan.
"Termasuk diamplifikasi oleh anggota DPR RI, Fadli Zon dari fraksi Gerindra," ujarnya melanjutkan.
Rudy S Kamri menjelaskan keheranannya, mengapa sepakbola atau olahraha dikaitkan dengab persoalan politik.
"Saya heran, mengapa olahraga dikaitkan dengan politik?!," ujar Rudy melanjutkan.
Selanjutnya, Rudy menyampaikan dugaan bahwa penolakan Timnas Israel adalah pencitraan politik yang dilakukan Fadli Zon.
"Saya kok menduga keras, terutama Fadli Zon, ini hanyalah pencitraan politik!," ujarnya melanjutkan. (*/Dinda)