Suara Denpasar - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh semua umat muslim di dunia.
Di bulan ini setiap amal yang akan dikerjakan akan mendapatkan balasan berkali-kali lipat dari bulan-bulan lainnya, salah satunya menunaikan ibadah puasa.
Namun, tidak semua orang bisa merasakan nikmatnya berpuasa selama bulan Ramadan serta melakukan segala amalan baik yang diganjar berlipat ganda daripada bulan lainnya.
Salah satunya seorang wanita dewasa, yang terkadang akan menstruasi (haid) setiap bulan.
Beberapa wanita seringkali merasa kecewa tidak bisa melaksanakan ibadah bersama dengan teman-teman sesama muslim apalagi di bulan Ramadhan.
Akan tetapi, penyesalan dan kesedihan merupakan hal yang tidak bagus.
Kita harus percaya bahwa haid dan nifas adalah ketetapan Allah dan itu adalah sebaik-baik yang Allah takdirkan kepada diri kita.
Walaupun sedang haid di bulan Ramadhan, wanita masih bisa melaksanakan amalan-amalan yang bisa dikerjakan dibukan suci tersebut.
Mengutip dari microsite.suara.com yang mengambil dari NU Online, menurut kitab Taqrib ada 8 ibadah yang dilarang saat wanita haid yaitu melakukan sholat, membaca lantunan Al-Qur'an, berpuasa, menyentuh dan membawa mushaf, masuk masjid, thawaf, dan bersenang-senang di sekitar area kewanitaan dan jima'.
Namun demikian ulama dari madzhab Maliki berpendapat wanita haid boleh membaca Al-Qur’an dan ulama dari madzhab Hanbali mengizinkan wanita haid untuk i’tikaf di masjid.
Amalan yang bisa dilakukan Wanita Haid di Bulan Ramadhan, antara lain:
Berdzikir
Wanita yang memasuki masa haid masih diperbolehkan untuk berzikir. Dzikir merupakan amal ibadah yang bisa dilakukan siapapun di manapun dan kapanpun.
Jenis dzikir sendiri sangat beragam, mulai dari takbir, tasbih, tahmid dan hauqalah.
Aktif dalam majelis istighotsah, menghadiri tahlilan merupakan salah satu kegiatan yang bernilai ibadah.