Suara Denpasar – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP terpantau tidak hadir dalam rapat antar parpol Koalisi bertajuk Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden Jokowi.
Diketahui, Silaturahmi Ramadhan yang digelar DPP PAN di Kantor Pusat, Jakarta Selatan pada Minggu (2/4/2023) itu hanya dihadiri oleh lima ketua umum parpol, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai tuan rumah, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Pit Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Dari kelima parpol tersebut, artinya koalisi pemerintahan itu digelar tanpa kehadiran dua ketua umum partai lainnya, yakni Ketua Umum PDIP Megawati dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Absennya Megawati sontak membuat publik menduga, jika Presiden Jokowi sengaja tidak mengundang Megawati. Mengingat belakangan ini hubungan keduanya juga diisukan sedang mengalami kerenggangan akibat berbeda pandangan soal Piala Dunia U-20.
Maraknya isu tersebut, akhirnya membuat Puan Maharani, Ketua DPR RI sekaligus putri Megawati itu mengklarifikasi soal ketidakhadiran sang ibu. Menurutnya, PDIP bukan tak diundang atau sengaja tidak hadir.
“Bukannya tidak diundang dan bukannyaa tidak mau hadir, namun berhalangan hadir pada waktu itu. Jadi InsyaAllah pada kesempatan yang lain, PDI Perjuangan akan hadir,” tutur Puan Maharani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Suara.com, Selasa (4/4/2023).
Puan Maharani juga menuturkan bahwa Megawati siap menjadi tuan rumah pada pertemuan lanjutan para koalisi nantinya.
“Tentu saja silaturahmi tetap harus dilakukan, siapa yang menjadi tuan rumah, monggo saja kalau kemudian ada kesempatannya PDI Perjuangan atau Ibu Megawati yang menjadi tuan rumah ya silahkan juga,” katanya.
Namun, Puan meminta semua pihak bisa memaksimalkan momen ramadhan, lantaran menurutnya masih banyak waktu untuk menjajakan politik.
“Yang pasti di bulan Ramadhan ini kita jalankan dulu ibadah dengan sebaik-baiknya. Masih ada waktu lain, masih ada kesempatan lain untuk bisa menjajaki atau melakukan pertemuan terkait dengan politik ke depan,” pungkasnya. (Rizal/*)