Suara Denpasar – SEA Games Kamboja akan segera terlaksana dalam beberapa bulan ke depan. Timnas setiap negara di Asia Tenggara sudah mempersiapkan diri menyambut event tersebut, tak terkecuali Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Onlen News yang tayang pada (20/03/2023) yang lalu, beredar kabar tentang masuknya pemain senior ke dalam timnas U-22 untuk memperkuat laga timnas di SEA Games mendatang.
Video yang berjudul, “THE PREDATOR IS BACK - Tak Disangka Indra Sjafri Panggil Pemain Naturalisasi Tertua Ke Timnas U-22?”. Telah tayang perdana pada Senin, (20/03/2023), dan ditonton 162.568 kali oleh pengguna youtube serta bisa diakses melalui https://www.youtube.com/watch?v=sNG9HM2ffz0.
Menurut penuturan dari presenter kanal YouTube Onlen News dalam video yang berdurasi 5 menit 14 detik bahwa, “pelatih Indra Sjafri secara tak terduga memanggil 5 pemain senior yang akan dibawa ke SEA Games 2023.”
Beberapa nama pemain senior yang dirumorkan akan bergabung pada timnas U-22 di SEA Games 2023 diantaranya, Cristian Gonzales, Witan Sulaiman, Pratama Arhan, Rizky RIdho dan Ramadhan Sananta.
Lantas benarkah kelima pemain di atas, dipanggil oleh Indra Sjafri ke timnas U-22?
CEK FAKTA
Penelusuran pun dilakukan oleh tim Suara Denpasar. Melansir dari kanal YouTube Baim Paula yang tayang pada (06/04/2023) yang lalu, Indra Sjafri tidak menyebutkan kelima nama di atas.
Tetapi Indra Sjafri pada podcast Baim Wong hanya menyebutkan 7 nama dari pemain U-20, yakni Dafa, Ferrari, Doni Try, Marselino, Achmad Maulana, Ronaldo Kwateh dan Hokky Caraka.
Baca Juga: Ditodong Pertanyaan soal Komitmen Hubungan, Mahalini Beri Respons Tegas! 'Gak Boleh Balikan"
Dalam podcast tersebut, Indra Sjafri sama sekali tidak menyebutkan nama-nama yang dirumorkan oleh kanal YouTube Onlen News di atas dan pada laman resmi PSSI tidak ada kabar mengenai timnas senior yang akan bergabung ke timnas U-22.
KESIMPULAN
Jadi, sudah dapat dipastikan oleh tim Suara Denpasar sebagai kesimpulan bahwa berita yang disampaikan oleh kanal YouTube Onlen News hanyalah menggiring opini public yang bisa menyesatkan, sehingga kabar tersebut hanyalah sebuah kabar bohong (hoax) belaka. (Rizal/*)