denpasar

Mengenal RSF, Paramiliter yang Terlibat Perang Sudan

Suara Denpasar Suara.Com
Rabu, 19 April 2023 | 11:24 WIB
Mengenal RSF, Paramiliter yang Terlibat Perang Sudan
Mengenal RSF, Paramiliter yang Terlibat Perang Sudan (Middle East Eye)

Suara Denpasar - Sejak Sabtu dini hari (15/4/2023), Sudan dilanda perang saudara antara tentara dan Paramiliter (RSF).

Perang saudara di Sudan bermula saat Paramiliter (RSF) tidak menyepakati wacana integrasi ke dalam tentara. Selain itu, mereka geram terhadap otoritas yang mengawasi proses tersebut.

Sontak saja perang saudara antara tentara Sudan (SAF) dan Paramiliter (RSF) menyebabkan penundaan perjanjian damai yang didukung internasional. Semula, penandatanganan perjanjian dijadwalkan pada 1 April 2023.

"Kesepakatan itu diyakini menguntungkan Ketua RSF, yakni, Mohamed Hamdan Dagalo. Ia lebih dikenal dengan nama Hemeti," tulis laporan Middle East Eye, dilansir Rabu, (19/4/2023).

Menurut draf final perjanjian, integrasi antara SAF, RSF, dan bekas gerakan pemberontak akan disepakati dalam waktu 10 tahun. 

Namun, SAF menginginkan proses integrasi hanya selama dua tahun. Ini kemudian menimbulkan ketegangan antara mereka dan RSF.

Pertanyaannya, siapa sebetulnya RSF, dan bagaimana mereka berhasil mendapatkan pengaruh yang signifikan di Sudan?

Dilansir dari Middle East Eye, tercatat bahwa Paramiliter RSF, semula lahir dari milisi Janjaweed pada tahun 2000-an. Kemudian berkembang, semakin membesar hingga sekarang.

Ketika itu, mantan Presiden Omar al-Bashir, memanfaatkan mereka untuk meredam pemberontakan di Darfur, wilayah timur Sudan.

Baca Juga: Sekjen PBB Antonio Guterre Geram atas Bentrokan Militer di Sudan

Pada saat itu pula mereka dituduh melakukan kejahatan perang seperti pembunuhan, penyiksaan dan pemerkosaan. Hal tersebut terjadi saat konflik yang menyebabkan sekitar 2,5 juta orang mengungsi, dan 300.000 tewas.

Lalu Hemeti menjadi terkenal sebagai pemimpin milisi Janjaweed. Terutama sesaat setelah konflik di Darfur dimulai.

Milisi Janjaweed kemudian direstrukturisasi, dan menjadi RSF pada 2013. Omar al-Bashir menggunakan RSF sebagai milisi pribadinya, yang siap menghantam pendapat berbeda, atas perintahnya.

Dengan semakin menonjolnya RSF dan keterlibatannya dalam urusan keamanan Sudan, kepentingan bisnis Hemeti mulai berkembang. Hal ini dibantu dengan dukungan dari Bashir - keluarganya menguasai pertambangan emas, peternakan, dan infrastruktur.

Selain kegiatan militernya, RSF juga terlibat dalam berbagai urusan sipil, termasuk pengawasan daerah perbatasan, penegakan hukum, pemungutan pajak, dan bea cukai.

Pasukan tersebut seringkali dikritik karena keterlibatannya dalam kegiatan itu, yang secara konstitusional menjadi tanggung jawab otoritas sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI