Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
Ilustrasi Gunung Berapi, Indonesia (Pexels/Ridwan Afriandy)

Suara.com - Meski tampak “tidur” selama lebih dari 100 ribu tahun, Gunung Berapi Methana di Yunani ternyata belum benar-benar mati. Penelitian terbaru mengungkap bahwa di balik permukaannya yang tenang, aktivitas magma masih terus berlangsung jauh di dalam bumi.

Temuan ini menjadi pengingat penting bagi negara-negara yang berada di kawasan cincin api, termasuk Indonesia, bahwa gunung berapi yang lama tidak meletus belum tentu sepenuhnya aman.

Dikutip dari Phys.org, studi yang dipimpin tim peneliti ETH Zurich dan dipublikasikan di jurnal Science Advances menemukan adanya penumpukan magma secara hampir terus-menerus di bawah Methana.

Aktivitas tersebut berlangsung bahkan ketika gunung berapi tidak menunjukkan tanda letusan selama ribuan tahun.

Untuk mengungkap aktivitas tersembunyi itu, para peneliti meneliti lebih dari 1.250 kristal zirkon, mineral kecil yang terbentuk saat magma mendingin di bawah kerak bumi. Kristal tersebut berfungsi layaknya “arsip alami” yang menyimpan informasi tentang sejarah vulkanik selama sekitar 700 ribu tahun.

Profesor Volkanologi dan Petrologi Magmatik ETH Zurich, Olivier Bachmann, mengatakan teknologi analisis modern memungkinkan ilmuwan memahami aktivitas internal gunung berapi dengan tingkat detail yang sebelumnya sulit dilakukan.

“Kami telah merekonstruksi kehidupan internal gunung berapi dengan presisi dan kekuatan statistik yang sama sekali tidak mungkin dilakukan satu dekade lalu,” ujar Bachmann.

Penelitian ini menemukan satu fase tenang yang berlangsung lebih dari 100 ribu tahun tanpa letusan. Namun justru pada periode tersebut, pertumbuhan kristal zirkon menunjukkan aktivitas magma di bawah permukaan berada pada tingkat tinggi.

“Yang kami pelajari adalah bahwa gunung berapi dapat ‘bernapas’ di bawah tanah selama ribuan tahun tanpa pernah muncul ke permukaan,” tambahnya.

Peneliti menjelaskan, magma di bawah Methana memiliki kandungan air sangat tinggi. Saat naik menuju kerak bumi, kandungan air tersebut memicu proses kristalisasi yang membuat magma menjadi lebih kental dan sulit bergerak ke permukaan.

Temuan ini dinilai relevan bagi negara-negara dengan banyak gunung berapi aktif maupun dorman, termasuk Indonesia. Sebagai negara yang berada di jalur subduksi lempeng tektonik, Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang secara visual tampak tenang, tetapi tetap perlu dipantau.

Studi ini juga mendorong ilmuwan untuk meninjau kembali cara menilai risiko gunung berapi. Masa dormansi panjang tidak selalu berarti gunung telah punah. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menandakan adanya sistem magma besar yang masih aktif di bawah tanah.

Karena itu, penggunaan teknologi pemantauan modern seperti pemantauan gempa, deformasi tanah, emisi gas, hingga pencitraan bawah permukaan dinilai semakin penting untuk mendeteksi aktivitas magmatik tersembunyi sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

Militer Israel Adang Kapal Bantuan Gaza di Perairan Yunani Gunakan Senjata Serbu

News | Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:29 WIB

Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak

Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:24 WIB

Terkini

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:26 WIB

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:43 WIB

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:54 WIB

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB