“Ia pun menjawab bahwa presiden pertama Indonesia itu masih hidup. Bahkan, ia bersedia mengantar jika ada yang ingin bertemu dengan beliau. Akan tetapi, tempatnya dirahasiakan dan tidak boleh ada wartawan atau masyarakat yang mengetahuinya,” katanya menarasikan keterangan sosok pria tersebut.
Selain itu, narator juga mengatakan bahwa keterangan tentang ini pernah diungkap tukang becak bernama Mualif.
Pria tersebut mengaku pernah bertemu Presiden Soekarno dan sempat berbincang langsung dengan bapak Proklamator tersebut.
Selanjutnya, narator juga menyebut bahwa ada sebuah video yang dibagikan seorang pengguna akun Facebook pada 11 Mei 2022.
Dalam video tersebut, dikatakan bahwa Soekarno masih hidup dan sudah menginjak usia 121 tahun. Saat ini ia juga dikabarkan tinggal di wilayah bambu seribu di Lampung.
Selain akun tersebut, akun Instagram @makassar_iinfo juga menghebohkan masyarakat, lantaran tiba-tiba mengungkapkan kesaksian orang-orang yang mengaku bertemu Bung Karno.
Meski penjelasan tersebut terdengar meyakinkan, namun tayangan videonya justru hanya berisikan slide foto-foto lawas Soekarno dan tidak menunjukkan cuplikan rekaman dari pengakuan orang-orang tersebut maupun postingan yang dimaksud narator.
Setelah melansir akun Instagram @makssar_iinfo, tim Suara Denpasar tidak menemukan bukti unggahan soal pengakuan orang-orang yang telah bertemu dengan Presiden Soekarno.
Alih-alih menemukan postingan tersebut, yang ditemukan pada 29 Maret 2022 justru soal sebuah mobil truck yang dirusak warga di depan kantor Polsek Rappocini, Jl. Sultan Alauddin Makassar.
Jika kabar masih hidupnya Presiden Soekarno itu benar adanya, maka Instagram anak dan cucunya juga akan ramai. Namun setelah menelusuri laman Instagram Puan Maharani @puanmaharaniri, yang merupakan cucu dari Presiden Soekarno, faktanya tidak ada unggahan yang menyinggung kabar tersebut.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar mengenai Presiden Soekarno yang masih hidup dan sudah berusia 121 tahun merupakan berita hoaks alias bohong.
Tayangan tersebut juga dapat dikategorikan sebagai misleading content, lantaran konten yang disajikan bersifat menyesatkan publik. (*/Ana AP)