Suara Denpasar – Nasabah bank di Bali diminta untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran nontunai saat libur Lebaran 2023. Hal ini disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali terkait pelayanan perbankan yang tidak beroperasi selama libur lebaran.
"Kami mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara nontunai diantaranya melalui internet banking, mobile banking, QRIS dan BI-FAST," kata Kepala KPw BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho di Denpasar, Jumat (21/4/2023).
KPw BI Provinsi Bali telah menutup sementara layanan operasional Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sejak 19 April hingga 25 April 2023 karena Hari Libur Nasional dan cuti bersama Idul Fitri 1444 Hijriah. Selain itu, sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), kegiatan pertukaran warkat debet dan layanan kas juga tidak dioperasikan.
Meski begitu, Trisno mengatakan penyelenggaraan Sistem BI-FAST tetap dilaksanakan secara normal seluruhnya sesuai jadwal yang berlaku yakni beroperasi 24 jam dalam 7 hari).
"BI mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi pembayaran baik secara tunai maupun nontunai dengan selalu menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti username dan password, PIN, serta kode OTP (one-time password)," Kata Trisno.
Sebagai langkah antisipasi penyalahgunaan transaksi melalui kanal pembayaran QRIS, BI terus meningkatkan edukasi dan literasi terkait keamanan transaksi QRIS yang menjadi tanggung jawab bersama.
BI juga mengingatkan agar Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) melakukan penguatan pengawasan penyelenggaraan QRIS diantaranya, memastikan proses Know Your Merchant (KYM) dalam proses pendaftaran merchant baru.
"Selanjutnya melakukan monitoring kewajaran profil dan transaksi pada merchant sebagai tindakan mitigasi fraud, melakukan cleansing data merchant untuk meningkatkan kualitas dan keakuratan data untuk meningkatkan efektivitas pengawasan/pemantauan," ujarnya.
Lalu, meningkatkan edukasi dan literasi untuk merchant dan pengguna QRIS dalam meningkatkan keamanan transaksi QRIS.
Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Klaim Kota Jakarta Kondusif Saat Malam Takbiran
BI juga tak lupa mengingatkan kepada pedagang/merchant, untuk terus memastikan keamanan QRIS yang ditampilkan agar tidak diganti atau dimodifikasi oleh pihak yang tidak berwenang.
Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kebutuhan uang tunai terkait Lebaran, KPwBI Provinsi Bali juga menjaga jumlah persediaan uang tunai dalam jumlah dan jenis yang mencukupi sebesar Rp3,55 triliun lebih atau 255 persen dari kebutuhan. (*)