Gangster Asal Republik Chechnya Berkeliaran di Bali, Korban Pemerasan Mencapai Miliaran

Suara Denpasar

Kamis, 04 Mei 2023 | 17:21 WIB
Gangster Asal Republik Chechnya Berkeliaran di Bali, Korban Pemerasan Mencapai Miliaran
Gangster Asal Republik Chechnya Berkeliaran di Bali, Korban Pemerasan Mencapai Miliaran (Rovin Bou)

Suara Denpasar - Kelompok bandit atau Gangster asal Republik Chechnya melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah warga negara asing (WNA) di Bali. Korban pemerasan para bandit itu sudah mencapai miliaran rupiah.

Para bandit itu pernah ditahan oleh pihak Kepolisian Bali karena kejahatan yang sama, namun dilepaskan kembali. Korban pertama mereka bernama Yuri Boytsov dan Ekaterina Nikolaevna asal Rusia dengan kerugian mencapai 284.000 Dolar AS atau setara dengan 4 miliar rupiah lebih. 

Salah satu korban terbaru dari kelompok bandit atau Gangster dari Belarus dan Chechnya itu adalah Ilgam Muzafin (L/32) asal Rusia. Dia mendapat intimidasi dari para pelaku di Startbucks di jalan Sunset Road, Denpasar, Bali, pada 1 Mei 2023 sekitar pukul 18.30 Wita.

Berdasarkan keterangan korban, 3 orang pelaku utama bernama Azamatov Zaid Mogamed dan Mohamad berasal dari Republik Chechnya, sementara satunya lagi memakai helm saat mengintimidasi sehingga tidak diketahui oleh korban.

Pada saat melakukan intimidasi, 3 orang tersebut mengajak sejumlah (sekitar 15) orang lokal yang diduga sebagai ormas di Bali. 

Korban mengaku dia dimintai uang sekitar 80.000 Dolar AS atau setara dengan 1,1 miliar rupiah. Para pelaku itu mengancam korban menggunakan pisau & pistol saat mengintimidasi korban. 

Namun korban berhasil kabur ke dapur Startbucks untuk menyelamatkan diri. Orang-orang tersebut kabur karena korban berusaha menghubungi polisi.

Kejadian itu langsung dilaporkan korban ke Polsek Kuta. Namun pihak Polsek Kuta mengaku belum cukup bukti sehingga belum ditindaklanjuti. Padahal para bandit tersebut sudah sering melakukan pemerasan, tetapi terus dibebaskan oleh Kepolisian Bali.

Korban mengaku sampai saat ini para pelaku terus mengintimidasi. Bahkan diancam untuk dibunuh. Selain itu para pelaku mengancam akan mengintimidasi keluarga korban di Rusia.

baca juga

"Saya merasa sangat buruk dengan keadaan di Bali. Baru saja tiba di Bali dan sudah diperlakukan buruk oleh Gangster yang berkeliaran di Bali. Kalau begini terus siapa yang akan menjadi korban berikutnya. 

Saya sudah melaporkan ke polisi di Bali untuk minta perlindungan, tapi mereka (polisi) mengatakan belum cukup bukti. Sampai saat ini saya terus diintimidasi lalu saya harus melaporkan ke mana lagi," kata Ilgam Muzafin melalui penerjemahnya.(Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dewan PDIP Pro Giri Prasta For Bali Satu Disingkirkan secara Halus, Nyoman Satria Aman

Dewan PDIP Pro Giri Prasta For Bali Satu Disingkirkan secara Halus, Nyoman Satria Aman

Denpasar | Kamis, 04 Mei 2023 | 09:48 WIB

Waduh Ormas di Bali Gunakan WNA Asal Rusia

Waduh Ormas di Bali Gunakan WNA Asal Rusia

Denpasar | Rabu, 03 Mei 2023 | 21:19 WIB

Banyak Turis Lecehkan Tempat Suci, Ombudsman Bali: Mungkin Mereka Belum Tahu Mana yang Boleh dan Tidak

Banyak Turis Lecehkan Tempat Suci, Ombudsman Bali: Mungkin Mereka Belum Tahu Mana yang Boleh dan Tidak

Denpasar | Rabu, 03 Mei 2023 | 19:02 WIB

Viral! Di Tengah Kemacetan, Terjadi Adu Jotos Antara WNA dan Lokal di Bali, Ada Apa?

Viral! Di Tengah Kemacetan, Terjadi Adu Jotos Antara WNA dan Lokal di Bali, Ada Apa?

Denpasar | Rabu, 03 Mei 2023 | 14:03 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×