Suara Denpasar – Beberapa waktu yang lalu Ganjar Pranowo memposting kunjungannya ke kediaman Gus Baha dalam rangka silaturahmi dan halal bi halal. Kini politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu kembali melakukan hal yang serupa.
Dilansir dari laman twitter Ganjar Pranowo, Jumat (5/5/2023), tampak Gubernur Jawa Tengah itu mengunjungi KH. Munif Muhammad Zuhri di Pondok Pesantren Giri Kusuma Mrangen, Demak, dalam cuitannya Ganjar Pranowo menekankan pada pentingnya menjaga persatuan agar tetap bersemayam di dada kita.
“Kita memang perlu tauladan agar tidak kebablasan dalam menjalani kehidupan. Kemajuan zaman boleh kita manfaatkan, teknologi mesti kita optimalkan. Tapi menjaga persatuan harus bersemayam di setiap dada kita,” tulis Ganjar Pranowo.
Menurut Ganjar Pranowo tentang lawatannya ke KH. Munif Muhammad Zuhri atau dikenal sebagai Kyai Munif Zuhri, adalah untuk bersilaturahmi dan halal bi halal sebab sudah sangat lama tak pernah bertemu.
“Beliau punya ide yang banyak, mengembangkan diskusi antara kampus dan pesantren, dalam merawat bangsa ini bersama-sama,” tutur Ganjar Pranowo dikutip Suara Denpasar, Jumat (5/5/2023).
“Beliau juga mengajak para ilmuwan, ulama, dan semua yang ingin terlibat berdiskusi untuk Indonesia ke depan,” tambahnya.
Namun, pada lawatannya kali ini Ganjar Pranowo kembali mendapatkan sentiment negatif dari para warganet, yang menganggap bahwa kunjungan tersebut hanyalah semata-mata politik identitas.
“Sekarang sering bener maen2 ketempat ulama,” ucap @SanexAl.
“Cie cie pake politik identitas juga. Pdhal dl dengar suara adzan aja ketakutan,” tambah @AbdulRommel.
“Politik identitas,” kata @njkomara.
Di akhir pertemuannya dengan Kyai Munif Zuhri, Ganjar Pranowo mendapatkan hadiah berupa tongkat. (*/Dinda)