denpasar

Suami Wajib Tahu! Benarkah Uang Nafkah dan Uang Belanja Berbeda? Begini Penjelasan Buya Yahya Menurut Pandangan Islam

Suara Denpasar Suara.Com
Senin, 08 Mei 2023 | 16:40 WIB
Suami Wajib Tahu! Benarkah Uang Nafkah dan Uang Belanja Berbeda? Begini Penjelasan Buya Yahya Menurut Pandangan Islam
Suami Wajib Tahu! Benarkah Uang Nafkah dan Uang Belanja Berbeda? Begini Penjelasan Buya Yahya Menurut Pandangan Islam

Suara Denpasar - Dalam urusan rumah tangga, seorang suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah bagi keluarganya. Nafkah yang diberikan seorang suami meliputi nafkah lahir dan nafkah batin. Sebagaimana diketahui, salah satu nafkah yang wajib diberikan suami kepada istrinya adalah nafkah lahir yakni meliputi pemenuhan kebutuhan hidup sandang, pangan, serta papan.

Di zaman ini, nafkah lahir seorang suami biasanya dihitung dari seberapa banyak uang yang ia berikan terhadap istrinya.Tak sedikit orang beranggapan bahwa nafkah dari seorang suami yang diberikan kepada istrinya belum mencakup biaya kebutuhan hidup sehari-hari atau biasa disebut uang belanja. Lalu benarkah uang belanja dan uang nafkah itu berbeda?

Salah satu pendakwah agama Islam terkenal, Buya Yahya berpendapat bahwa seorang suami memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pribadi Istrinya disamping kebutuhan rumah tangga. Namun besaran nafkah dan uang belanja yang wajib diberikan suami harus sesuai dengan kemampuan seorang suami.

“Seorang suami punya kewajiban mencukupi kebutuhan pribadi yang prinsip dari istrinya, urusan makannya, urusan pakaiannya, urusan tempat tinggalnya. Dalam mazhab kita (Mazhab Syafi’I) sesuai dengan kemampuan laki-laki,” ujar Buya Yahya dikutip Suara Denpasar dari kanal Youtube Al-Bahjah TV pada Senin, (8/5/2023).

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa apabila kebutuhan hidup keluarga seorang suami sudah terpenuhi, maka sang suami sudah terhitung memenuhi kewajiban nafkahnya walaupun nafkah yang ia berikan tidak banyak. Namun, Buya Yahya berpesan agar para suami tidak bersikap pelit terhadap istrinya.

“Janganlah menjadi suami pelit-pelit amat,” papar Buya Yahya.

Kesimpulannya, Buya Yahya berpendapat bahwa uang nafkah dan uang belanja merupakan suatu hal yang tidak perlu dibedakan. Pasalnya, ketika seorang suami telah mencukupi kebutuhan keluarganya, maka ia telah memenuhi kewajibannya. Jika seorang suami royal terhadap istrinya, maka itu termasuk kedalam sifat mulia dalam pandangan Islam.

“Sebetulnya tak perlu dibedakan itu semuanya (uang belanja dan uang nafkah). Seorang suami memberikan kecukupan kepada keluarganya (itu) sebuah kewajiban. Kalau ada kelebihan (nafkah yang diberikan) adalah suatu kemuliaan,” tambahnya. (Rizal/*)

Baca Juga: Siap Perkuat Skuad Shin Tae Yong, Ketum PSSI Erick Thohir Bocorkan Progress Naturalisasi Ivar Jenner

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI