Menolak Lupa! Refleksi 25 Tahun Reformasi, Orde Baru Tumbang Tumbuh Orde Paling Baru?

Suara Denpasar

Senin, 22 Mei 2023 | 18:00 WIB
Menolak Lupa! Refleksi 25 Tahun Reformasi, Orde Baru Tumbang Tumbuh Orde Paling Baru?
Kajian BEM Udayana (Rovin Bou/Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Ratusan Mahasiswa berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Universitas Udayana (Unud) Bali dalam rangka memperingati 25 tahun Reformasi, Minggu Senin (21/5/2023).

Ratusan mahasiswa itu berkumpul untuk membahas dan merefleksi dalam sebuah tema "Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi: Bebas eh Bablas!" 

"Kami menolak lupa, kami menolak lupa atas kekejaman rezim 98. Kami menolak lupa dan kami tau siapa pelakunya," teriak mereka. 

"Bila kita menilik serta mengingat-ngingat lagi pada agenda-agenda reformasi yang digaungkan di tahun 1998, maka harus jujur diakui bahwa tidak satu pun agenda itu dilaksanakan secara konsisten oleh rezim-rezim orde reformasi," kata yang lainnya dalam orasi.

Proses demokratisasi di Indonesia 25 tahun pasca tumbangnya rezim otoriter Orde Baru, masih terus mengalami ujian, hambatan dan bahkan surut. Demokrasi Indonesia kini terasa semakin mundur dengan munculnya kekuatan Neo Liberalisme, bangkitnya Militerisme, serta kekuatan Fundamentalisme Agama. 

Orde Baru tidak benar-benar direformasi. Tetapi memperbaharui diri menjadi Orde Paling Baru.

Agenda reformasi yang seharusnya mengadili Soeharto dan kroni-kroninya semakin jauh dari harapan. Bahkan desakan untuk menjadikan Soeharto pemimpin bertangan besi itu sebagai pahlawan nasional, masih terus terdengar. Meskipun terbukti bersalah dalam kasus korupsi Yayasan Supersemar. Dan kejahatan kemanusiaan. 

Sementara kasus korupsi keluarga cendana dan kroninya serta kasus pelanggaran HAM masa lalu masih banyak yang tak kunjung mendapat penyelesaian yang berkeadilan. Bahkan dipaksa untuk dilupakan. 

Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme sebagai salah satu agenda penting reformasipun kini berjalan di tempat. Khususnya dalam pemberantasan korupsi. Dibagian ini memang layak disebut sebagi orde paling baru. Sebab korupsi saat semakin menjadi-jadi, berkembang biak seperti parasit.

baca juga

Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi: Bebas eh Bablas itu menghadirkan saksi hidup yakni Aktivis 98 Jatmiko Wiwowo. 

Jatmiko Wiwoho berkisah, bahwa represifitas yang dialami kalangan aktivis pada tahun 1998 sungguh sangat nyata. Akan tetapi karena gelombang protes yang besar serta ketidaktakutan terhadap moncong senjata, Soeharto berhasil dilengserkan.

"Waktu itu jam-jam begini, sekitar pukul 5 sore seperti ini, tetangga kos saya tiba-tiba teriak Soeharto lengser, Soeharto lengser. Perasaan saya waktu itu sangat ambigu antara takjub, menang, ketakutan. 

Takjub karena kami berhasil melengserkan rezim yang memiliki kekuatan dan punya segalanya. Perasaan menang atas perlawanan itu pasti, hanya saja ada perasaan ketakutan. Karena apabila Soeharto dan kroni-kroninya sudah lengser berarti negara harus segera diambil alih agar tidak terjadi kekosongan, ternyata yang lengser cuma Soeharto," imbuh Jatmiko. 

Sebagai aktivis 98, Jatmiko membagikan strategi aksi kepada para mahasiswa dan aktivis-aktivis yang berkumpul di sana. Menurutnya aksi harus direncanakan dan disetting secara detail. Masa aksi pun harus dibagikan ke dalam tugas-tugas. 

"Ada 3 pilar utama dalam aksi, yaitu peratama kelompok diskusi, Kelompok aksi, dan pers mahasiswa. Harus dibagi tugas-tugasnya siapa yang paling depan, dan siapa yang harus menciptakan kondisi," sambungnya.

Beberapa tema utama yang dibahas dalam forum diskusi Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi: Bebas eh Bablas itu meliputi: 

1. Meningkatkan Pengalaman dari Cerita Reformasi: Menjelajahi cara-cara untuk memperkuat proses demokrasi, mempromosikan transparansi, dan memastikan akuntabilitas dalam masyarakat.

2. Keadilan Sosial dan Kesetaraan: Mempelajari strategi untuk mengatasi kesenjangan sosial, mempromosikan kesempatan yang setara, dan mendorong inklusivitas bagi semua masyarakat.

3. Hak Asasi Manusia dan Supremasi Hukum: Menyoroti pentingnya perlindungan hak asasi manusia, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan mempromosikan masyarakat yang adil dan berkeadilan.

4. Politik Identitas: Menyampaikan hal-hal negatif mengenai politik identitas demi mempersatukan persepsi persatuan dalam kewarganegaraan, sehingga individu mampu menyeleksi politik-politik sehat dalam dunia sosial.

Para mahasiswa itu berharap agar pemerintah segera menyelamatkan demokrasi dari ancaman militerisme dan neoliberalisme. Serta menuntut kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu segera diungkap dan tolak keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial politik rakyat. Dan kemudian bangun kekuatan politik alternatif untuk Indonesia yang berkeadilan.

Disclaimer: Kegiatan "Beranda Mahasiswa Refleksi 25 Tahun Reformasi Bebas eh Bablas" itu menghadirkan Jatmiko Wiwoho, Efatha Filomeno Borromeu Duarte dan Bima Kumara Dwi Atmaja sebagai pemantik diskusi. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Judi Sabung Ayam, Made Kanta Nekat Menjambret Kalung Emas Milik WNA di Kuta Bali

Demi Judi Sabung Ayam, Made Kanta Nekat Menjambret Kalung Emas Milik WNA di Kuta Bali

Denpasar | Senin, 22 Mei 2023 | 14:20 WIB

Ras Muhamad Rilis Video Klip Fenomenal di Bali: Forever Holiday Forever Summer

Ras Muhamad Rilis Video Klip Fenomenal di Bali: Forever Holiday Forever Summer

Denpasar | Senin, 22 Mei 2023 | 13:04 WIB

Cari Liburan Romantis Bareng Pacar? Taman Kupu-kupu Bali di Tabanan Bisa Jadi Tempatnya

Cari Liburan Romantis Bareng Pacar? Taman Kupu-kupu Bali di Tabanan Bisa Jadi Tempatnya

Denpasar | Minggu, 21 Mei 2023 | 14:09 WIB

WALHI Bali Protes ANDAL Sistem Penyediaan Air Baku Embung Tukad Unda Klungkung

WALHI Bali Protes ANDAL Sistem Penyediaan Air Baku Embung Tukad Unda Klungkung

Denpasar | Sabtu, 20 Mei 2023 | 13:48 WIB

Terkini

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

×