Suara Denpasar- Kehadiran banyak pemain naturalisasi yang menguatkan Timnas Indonesia dikabarkan memicu masalah yang kurang menguntungkan.
Para pemain naturalisasi ini berasal dari berbagai negara, terutama dari Eropa, dan mereka langsung terbang ke Indonesia untuk bergabung dengan tim.
Namun, proses pemulangan kembali kewarganegaraan para pemain naturalisasi ini ternyata menimbulkan beban biaya tambahan yang sekarang menjadi bagian dari utang PSSI.
Dilansir dari Suara Semarang, PSSI mengalami kebingungan dengan munculnya tagihan untuk tiket, akomodasi, dan hotel para pemain naturalisasi.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa salah satu anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menyebutkan bahwa ada pemain naturalisasi yang meminta tagihan mereka segera dibayarkan, termasuk biaya tiket pesawat dan akomodasi selama perjalanan mereka ke Indonesia.
Tagihan ini telah masuk ke dalam utang PSSI yang hampir mencapai Rp 100 miliar. Utang ini juga termasuk tunggakan yang harus dibayarkan kepada pemain naturalisasi sebagai reimbursement.
Meskipun begitu, Arya Sinulingga enggan menyebutkan nama-nama pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang menagih utang biaya reimbursement tersebut.
Biaya tagihan utang yang diminta untuk reimbursement meliputi urusan perhotelan dan tiket penerbangan.
Dilaporkan bahwa para pemain naturalisasi telah diberi janji oleh pengurus lama terkait biaya reimburse tersebut. Beberapa utang PSSI disebut sebagai warisan dari masa kepengurusan sebelumnya di bawah Mochamad Iriawan pada periode 2019-2023.
Tagihan utang juga dikatakan berasal dari kepengurusan sebelumnya. Pada periode 2016-2019, PSSI dipimpin oleh Edy Rahmayadi dan kemudian dijabat oleh Joko Driyono serta Iwan Budianto pada 2019. (*/Dinda)