Suara Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali pastikan ketersediaan daging babi di hari raya Galungan dan Kuningan tahun 2023 surplus sekitar 13 ribu ton.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.
I Wayan Sunada mengatakan stok daging babi di tahun 2023 adalah 20 ribu ton. 7 ribu ton diproyeksikan terpakai untuk kebutuhan hari raya Galungan dan Kuningan. Sementara 13 ribu ton sisanya untuk kebutuhan lain.
"Target kita Januari sampai Desember (2023) itu, untuk kesiapan di Bali itu 7 ribu ton per tahun. Sedangkan ketersediaan kita itu 20 ribu ton. Surplus sekitar 13 ribu ton," ucap I Wayan Sunada ketika dihubungi Suara Denpasar, Senin (31/7/2023).
"Yang jelas, babi (daging) kita cukup banget, justru surplus sekitar 13.000 ton. Surplus karena untuk mengantisipasi hari raya, itu sudah kita siapkan sekitar 20 ribu ton per tahun," sambungnya.
Selain itu, I Wayan Sunada menegaskan bahwa peternakan babi yang dipotong tersebut adalah babi yang sudah diberi desinfektan rutin. Babi yang sehat yang dipotong, katanya.
"Kita sudah tangani dengan baik sudah kita lakukan desinfektan kita juga pantau kandang-kandang babi yang ada di peternak kita, termasuk kebersihan kandang (Babi)," tegasnya.
"Sehat semua. Kita juga tidak mau memotong babi yang sakit. Memang dari dulu kita siapkan untuk hari raya Galungan daging babi yang sehat, tidak ada yang sakit. Kalau pun itu ada yang sakit, tidak boleh dipotong," tutup Wayan Sunada.(Rizal/*)
Baca Juga: Ada Hanif Sjahbandi, Inilah 4 Jebolan Akademi Persib Bandung yang Justru Moncer Bersama Klub Lain