Suara Denpasar – Usai rumput Jakarta International Stadium alias JIS yang menjadi sorotan, kini sejumlah fasilitas di Stadion Manahan Solo ikut disorot.
Federasi sepakbola dunia (FIFA) kembali menyambangi Stadion Manahan Solo untuk melihat kesiapan stadion sebagai venue Piala Dunia U-17.
Dalam inspeksi kedua tersebut, FIFA menyoroti berbagai fasilitas pendukung Stadion Manahan yang dinilai masih kurang. Seperti kondisi tribun railing, sumur, hingga security server untuk keamanan.
Dilansir dari Antaranews.com Kepala Dispora Pemkot Surakarta, Rini Kusumandari mengatakan sedikitnya terdapat 5 poin yang disoroti oleh FIFA pada inspeksi kali ini.
Poin pertama yang menjadi sorotan FIFA adalah tribun railing yang berada di depan kursi VIP. Tribun Railling tersebut dianggap menganggu pemandangan sehingga perlu dibongkar.
Poin berikutnya yang menjadi sorotan FIFA adalah kurangnya sejumlah furniture dan perabotan. Poin ketiga yakni kurangnya platform kamera di tribun agar penyiaran pertandingan berjalan sesuai standard.
Poin keempat mengenai pemusatan security server. Saat ini stadion Manahan Solo memiliki 2 security server di 2 ruang terpisah. FIFA meminta agar 2 server tersebut disatukan pada satu ruangan agar dapat dipantau dari pusat. Sehingga akan lebih efisien dan praktis.
Terakhir FIFA menyoroti sumur stadion Manahan Solo. Selama ini Stadion Manahan Solo hanya mengandalkan satu sumur dalam untuk menunjang kebutuhan. Padahal, markas klub Persis Solo tersebut memiliki tandon air berkapasitas 1.200 kubik.
Tentu kondisi ini kurang efektif jika hanya memiliki satu sumur. Untuk itu diperlukan lebih dari satu sumur agar pengisian dapat berjalan cepat, sehingga kebutuhan air di arena stadion dapat terpenuhi.
“Soal Stadion Manahan Solo tinggal fasilitas saja. Kalau arena pertandingan sepakbola tidak ada masalah dari FIFA,” terang Rini Kusumandari.
Untuk itu pihaknya berbagi tugas dengan Kementerian PUPR dan Pemkot Surakarta terkait pemenuhan fasilitas-fasilitas yang disorot FIFA.
“Kami pemerintah kota menganggarkan untuk furniture, dan platform kamera menjadi bagian Kementerian PUPR,” tambahnya.
Seperti diketahui, gelaran Piala Dunia U-17 akan digelar di 4 venue yang berbeda. Sementara untuk pembukaan akan digelar di Jakarta International Stadium atau JIS dan penutupan digelar di Stadion Manahan Solo. (*/Ana AP)