Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster menyindir Bupati dan Walikota se-Bali. Katanya Bupati dan Walikota se-Bali punya mental penikmat.
Hal itu karena menurut Wayan Koster 3 wilayah atau Kabupaten dan Kota dengan jumlah kunjungan pariwisata terbanyak di Bali hanya fokus membangun hotel dan restoran. Soal keindahan kota diabaikan.
"Ini terus terang aja, Bupati kita ini semuanya jadi Bupati penikmat aja, tapi feedback supaya menambah, supaya menarik dan rapi itu minus. Ini mesti menjadi tugas kita bersama jangan cuma menjadi penikmat begitu, harus diurus, yang lain sudah lari kesana, terbang kesana kita asik-asik aja terus," ujar Koster di Gedung Wiswa Sabha, Kamis (31/8/2023).
Tiga Kabupaten dan Kota itu adalah Badung, Gianyar dan Denpasar. Dia melihat pantai, trotoar, pohon, taman, pedagang dan juga kabel-kabel tidak terurus sehingga Wayan Koster memberi nilai (penataan kota) rendah kepada 3 wilayah tersebut yaitu cuma 6.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu mengatakan kalau dengan kondisi saat ini saja sudah padat kunjungan wisata, apalagi kalau penataan kotanya diperhatikan, pasti akan lebih menarik.
"Jelek pun masih dikunjungi oleh wisatawan apalagi kalau ditata. Trotoarnya, tamannya, pedestriannya, jalannya, harus indah bersih rapi semestinya begitu. Itu yg harus kita lakukan bersama-sama," imbuhnya.
Wayan Koster yang akan purna tugas pada 5 September 2023 sebagai Gubernur Bali itu mengaku tidak cukup waktu untuk membangun infrastruktur yang dirasanya masih tertinggal dari tujuan wisata di negara-negara lain. Sehingga perlu satu periode lagi untuk membangun Bali.
"Infrastruktur darat, laut, udara, sudah setengah saya garap pelan-pelan, satu periode ini sudah dibangun belum cukup, nanti di periode kedua harus dimantapkan lagi," rayunya.
"Jalan lingkar bali, LRT, jalan konek antar kabupaten, harus dibangun baru dia mudah, transportasi yang bagus, ramah lingkungan juga. Saya sudah arahkan kesitu, tapi 5 tahun rupanya nggak cukup juga, 5 tahun kurang, banyak juga yang harus dikerjakan, karena itu infrastruktur menjadi prioritas ke depan," tutup Wayan Koster. (Rizal/*)