Suara Denpasar - Pemain Persib Bandung Marc Klok menyoroti perbedaan sepakbola di Eropa dan Indonesia yang cukup jomplang.
Hal itulah yang menurutnya masih menjadi permasalahan di sepakbola Indonesia hingga saat ini. Marc Klok mengatakan dirinya mulai bermain sepakbola di usia empat tahun.
Saat itu ia bergabung dengan salah satu akademi sepakbola junior. Sementara di Indonesia anak-anak biasanya mulai bermain di usia belasan tahun.
Selain itu, Indonesia juga masih sangat jarang memiliki infrastruktur untuk sepakbola usia dini.
“Saya pikir ini adalah satu masalah yang paling besar di kultur sepakbola Indonesia karena kita tidak punya infrastuktur untuk anak muda,” kata Klok seperti dikutip dari Kanal Sport77 Official, Sabtu (2/9).
“Seperti saya bilang saya mulai waktu 4 tahun sampai 8 tahun, 10 tahun sudah ikuti akademi profesional. Setiap hari ada structure, ada disiplin, filosopi saya harus ikuti,” lanjutnya.
Menurutnya itu merupakan hal yang paling penting untuk membentuk diri menjadi seorang atlet profesional.
“Saya rasa ini adalah masalah besar di Indonesia, karena pemain baru mulai pada usia 14-15 tahun, dan mereka sudah hilang 10 tahun paling penting untuk (belajar) taktik, untuk lifestyle, disiplin, untuk mentalitas,” jelasnya.
Sehingga menurutnya perbedaan terbesar sepakbola Eropa dan Indonesia terletak pada level usia dini. Marc Klok mengaku di usia empat tahun dirinya mulai belajar basic dari sepakbola seperti passing hinga shooting.
“Sudah belajar passing tapi di umur 4 tahun?” tanya host.
“Ya harus lah,” tandasnya.***