Suara Denpasar - Ternyata ukuran ban mempunyai pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Sebelum Anda memilih ukuran ban yang diinginkan, perhatian terlebih dahulu faktornya.
Dikutip dari laman Mobimoto.com pada Senin (11/9) berikut Faktor-faktor yang perlu Anda perhatikan saat menentukan ukuran ban, diantaranya lebar, diameter, maupun tekanan udara.
1. Lebar ban
Lebar ban merupakan jarak diantara sisi pada ban yang bersentuhan dengan jalan. Lebar ban yang memiliki ukuran lebih besar akan mengalami pertambahan gesekan antara ban dengan permukaan jalan, sehingga menghasilkan suatu gaya hambat yang tinggi.
2. Gaya hambat
Gaya hambat membuat mesin bekerja lebih keras dalam menggerakkan kendaraan pribadi anda, sehingga memerlukan bahan bakar yang jauh lebih banyak.
Jika Anda ingin menghemat Bahan Bakar Minyak, sebaiknya Anda memilih ukuran ban yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan yang Anda miliki, dan hindari memakai ban yang lebih lebar.
3. Diameter ban
Diameter ban merupakan jarak antara titik tengah ban dengan permukaan jalan. Diameter ban yang memiliki ukuran lebih besar dapat meningkatkan jarak tempuh yang dihasilkan suatu kendaraan per putaran roda, sehingga dapat mengurangi beberapa putaran yang didapatkan untuk meningkatkan kecepatan sehingga mengurangi beban kerja suatu mesin, lebih menghemat bahan bakar yang dihasilkan.
Akan tetapi, diameter ban dengan ukuran yang jauh lebih besar dapat menyebabkan terjadinya masalah, diantaranya menurunkan akselerasi, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan suspensi, maupun mengganggu sistem pada rem. Maka sebaiknya Anda memilih jenis ukuran ban yang memiliki ukuran tidak jauh berbeda dengan ukuran standar dari kendaraan yang Anda miliki.
4. Tekanan udara ban
Tekanan udara ban merupakan jumlah udara yang masuk ke dalam sebuah ban. Tekanan udara ban harus disesuaikan ketika membuat ban sehingga memperoleh bentuk ban yang maksimal yang dapat meningkatkan traksi hingga stabilitas kendaraan yang Anda miliki.
Tekanan udara ban yang memiliki ukuran rendah membuat ban menjadi kempes hingga mudah panas, sehingga dapat meningkatkan terjadinya gesekan maupun percepatan keausan pada ban.
Tekanan udara pada ban yang besar akan membuat ban lebih keras bahkan kurang fleksibel, sehingga menurunkan kenyamanan dapat juga meningkatkan terjadinya resiko pecah. Maka dari itu coba periksa kembali dan sesuaikan tekanan udara yang ada di dalam ban secara rutin disesuaikan dengan anjuran yang diberikan oleh produsen.
Untuk memperoleh performa maupun efisiensi terbaik yang dihasilkan dari kendaraan pribadi Anda, maka Anda perlu menentukan ukuran ban yang terawat dengan baik.(*/Rizal)