Suara Denpasar - Timnas Indonesia U-17 sukses menahan imbang Ekuador dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup A Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, namun, keputusan pelatih Bima Sakti untuk tidak menurunkan Amar Brkic dalam pertandingan tersebut mendapat sorotan dan kekecewaan dari sejumlah netizen.
Amar Brkic, yang dinantikan penampilannya, tidak mendapatkan menit bermain di lapangan. Netizen pun menyuarakan ketidakpuasan mereka melalui kolom komentar akun Instagram resmi @fakta.timnas.
Salah satu netizen dengan akun @aspnvn_ mengungkapkan kekecewaannya, "Asli gue sampe kesel triak triak ini pelatih konsep maenya apa sih gak jelas yg penting bisa nahan imbang gak mau gitu ngandeli serangan balik pake amar brkic."
Sementara itu, akun @fdly_vamosgame juga menyatakan kebingungannya terhadap keputusan Bima Sakti dengan mengatakan, "Gk aneh ya klo pelatih lokal terlalu dimanja kurang keras latihan fisik nya, menit 70 udh pada megang lutut, Btw itu si Amar Brkic bukan nya lumayan bagus ya malah mainin si Jindanjun yg gk jelas passing² nya."
Menyikapi kritik tersebut, Bima Sakti memberikan penjelasan terkait alasan tidak menurunkan Amar Brkic dalam laga kontra Ekuador.
"Amar kemarin dia sakit diare dua hari, dua hari tidak latihan, tidak mungkin kita pasang. Tidak mungkin kami paksakan juga, oleh sebab itu kondisinya takut lebih memburuk lagi," ujar Bima Sakti dikutip dari akun IG @fakta.timnas (11/11/2023).
Bima Sakti juga menyoroti perbedaan kondisi adaptasi pemain yang datang dari luar negeri, "Karena dia di Eropa datang ke sini. Kalau kita orang Indonesia, walaupun kita kemarin 5 minggu di Jerman, tapi kita mungkin kembali lagi ke habit kita lagi, dengan masakan, makanan, nah Amar dari luar." (*/Dinda)