Suara Denpasar - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polda Bali meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai macam modus penipuan.
Sebelumnya, sempat terjadi modus penipuan online melalui aplikasi WhatsApp dengan berbentuk Aplikasi/APK berjudul undangan pernikahan.
Menjelang tahun politik 2024, modus penipuan untuk meretas HP atau Smartphone kembali disebar melalui aplikasi WhatsApp, baik secara chat pribadi mau pun disebar melalui grup.
Informasi ini mulai ramai beredar di grup-grup WhatsApp, yang mana memperlihatkan oknum penipu menyebarkan pesan berbentuk Aplikasi/APK.
Aplikasi/APK itu diberi nama PPS Pemilu 2024, yang mana ketika dibuka, maka HP atau Smartphone akan otomatis diretas, sehingga memungkinkan semua data hilang, bahkan bisa sampai menguras saldo di Mobile Banking.
Untuk itu, demi menjaga keamanan pelaksanaan Pemilu secara serentak Tahun 2024, khususnya di Bali, Polri khususnya Polda Bali menggelar operasi kepolisian dengan sandi Operasi Mantap Brata (OMB) Agung 2023/2024.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops OMB Agung, meminta masyarakat untuk berhati-hati apabila mendapat pesan APK PPS Pemilu 2024, agar jangan mengklik pesan tersebut.
“Untuk berhati-hati apabila ada yang mengirim pesan APK PPS Pemilu 2024, ini sama seperti apk undangan pernikahan kemarin, agar jangan diklik," kata Kasatgas Humas Ops OMB Agung dilansir dari humas.polri.go.id, pada Rabu, (6/12/2023).
Ia berharap dengan adanya informasi ini, bisa menjadikan masyarakat lebih waspada ketika menerima pesan Aplikasi/APK berjudul PPS Pemilu 2024.
Baca Juga: Awasi Kampanye Pemilu 2024, Bawaslu Luncurkan Aplikasi Ini
Kabid Humas polda Bali itu juga mengimbau, jika nantinya masyarakat mendapat pesan sebagaimana yang telah dituturkan, agar segera mencari informasi detail kepada pihak penyelenggara Pemilu diwilayah masing-masing terkait Aplikasi/APK berjudul PPS Pemilu 2024 tersebut. (*/Ana AP)