Depok.suara.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis atau Kabais TNI, Soleman Ponto mengatakan kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J karena pembunuhan berencana oleh Irjen Ferdy Sambo.
Soleman Ponto mengatakan pengusutan kasus kematian Brigadir J bukan polisi lawan polisi, melainkan polisi lawan mafia.
Soleman Ponto menilai bahwa Ferdy Sambo memenuhi kriteria untuk disebut mafia karena dengan sengaja merencanakan pembunuhan terhadap Brigadi J di rumah dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Mengapa mafia? Kenapa mafia? Mafia itu saya bilang lagi ciri-cirinya setelah membunuh orang dia selalu menghilangkan barang bukti, dia bersihkan tempat kejadian, dia buat alibi dan dia buat berita bohong," kata Soleman di diskusi daring Crosscheck pada Minggu, 21 Agustus 2022, dikutip dari Suara.com
"Empat persyaratan mafia terpenuhi apa yang dilaksanakan oleh Kaisar Sambo kalau menurut bapak Mahfud kaisar, bagi saya mafia," sambung Soleman.
Bukan cuma memenuhi ciri-ciri, kelakukan Sambo seperti mafia juga ditujukan dari cara Sambo menghabisi nyawa Brigadir J, Terlebih ikut menyeret sejumlah anggota polisi.
"Itulah anak buahnya mafia-mafia yang ada di polisi makanya saya bilang mari kita bantu polisi ini untuk lepaskan polisi dari cengkraman mafia ini," kata Soleman. (*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Bupati Pandeglang Anggarkan Rp38 Miliar untuk Sepeda Listrik RT/RW, Polisi Paparkan Aturan Soal Ini