Mengenal Kue Kontol Kejepit, Kue Nyeleneh Khas Yogyakarta

Suara Depok

Minggu, 18 September 2022 | 19:00 WIB
Mengenal Kue Kontol Kejepit, Kue Nyeleneh Khas Yogyakarta
Kue tolpit (Freepik)

Depok.suara.com - Tak hanya keindahan tempat wisatanya saja, Yogyakarta juga populer dengan kulinernya. Salah satunya adalah kue khas Yogyakarta dengan nama uniknya. Namanya Kue Kontol Kejepit, kue khas Bantul, Yogyakarta ini memiliki tesktur padat namun kenyal serta manis.

Mungkin pada sebagian orang yang mendengar nama itu akan berpikir saru alias jorok. Padahal, nama itu digunakan untuk menamai salah satu karya kuliner khas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asal muasal penamaan tolpit sebenarnya juga kurang diketahui. Namun, yang pasti, penamaan tolpit alias 'kontol kejepit' sudah ada sejak lama dan karena proses pembuatannya yang menggunakan teknik penjepitan.

Karya kuliner tersebut terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Proses pembuatan kue kontol kejepit ini menggunakan teknik penjepitan dengan sumpit. Adonan dituang ke dalam penggorengan dengan minyak panas lalu langsung dijepit dengan teknik tersebut.

Nama asli karya kuliner khas Jogja itu adalah Kue Adrem. Diduga karena sulit pengucapannya dan bentuknya yang unik dan lucu, masyarakat kemudian lazim menamainya dengan Tolpit atau Kue Mana Tahan.

Meski namanya terkesan jorok untuk sebagian orang, Kue ini menjadi favorit masyarakat untuk teman ngopi ataupun minum teh di sore hari. Dengan rasa gurih yang bercampur manis, Tolpit hanya dibanderol Rp1.000 per biji.

Kue tolpit sendiri dapat ditemukan di Pasar Sanden, Pasar Celep Srigading Bantul, Pasar Bantul, Pasar Kotagede, dan di lokasi event jajanan tradisional seperti Pasar Tani Jogja di area Dinas Pertanian DIY.

Kini kamu tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta untuk membeli kue tolpit ini, karena kamu bisa buat kue ini sendiri di rumah. Berikut cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

baca juga

- 1 kg beras rendam semalam
- 1 kg gula jawa (jika ingin kue kelihatan bersih pakai gula pasir)
- 1 Butir kelapa tua parut
- 1 sdt vanili (optional)
- 250 ml air
- Pewarna makanan (optional)
-Gandum (optional)

Cara membuat:

1. Giling beras yang sudah direndam hingga jadi tepung. Hindari memakai tepung beras kemasan karena hasilnya hasilnya akan lembek.

2. Masak kelapa parut bersama gula jawa atau gula pasir, masukan air 250 ml. Tambahkan sedikit pewarna alami jika ingin berwarna. Aduk terus sampai mengental dan meletup (istilah jawanya "umeb tua") yang dikenal dengan juruh. Setelah menjadi juruh, angkat dan dinginkan.

3. Siapkan baskom besar, masukkan tepung beras buatan sendiri tadi lalu uleni bersama juruh yang sudah dingin tadi sampai kalis dan bisa dibentuk. Diamkan 15 menit.

4. Bulatkan adonan yang sudah diistirahatkan tadi sesuai selera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyak Koleksi Keris di Yogyakarta Berkarat dan Cuil, Ternyata Ini Sebabnya

Banyak Koleksi Keris di Yogyakarta Berkarat dan Cuil, Ternyata Ini Sebabnya

Indotnesia | Sabtu, 17 September 2022 | 19:06 WIB

Seru-seruan Bareng Anak Binaan Rumah Yatim Kelor, Belajar Sains hingga Astronomi di Taman Pintar Yogyakarta

Seru-seruan Bareng Anak Binaan Rumah Yatim Kelor, Belajar Sains hingga Astronomi di Taman Pintar Yogyakarta

Jogja | Sabtu, 17 September 2022 | 18:05 WIB

60 Persen Koleksi Keris DIY Rusak, Paguyuban Keris Dorong Daerah Terbitkan Perda

60 Persen Koleksi Keris DIY Rusak, Paguyuban Keris Dorong Daerah Terbitkan Perda

Jogja | Sabtu, 17 September 2022 | 17:11 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×