Temukan Mikro Plastik Dalam Darah Manusia

Suara Depok

Selasa, 20 September 2022 | 19:00 WIB
Temukan Mikro Plastik Dalam Darah Manusia
Sampah plastik memenuhi perairan Teluk Lampung (Suaralampung.id/Ahmad Amri)

Depok.suara.com - Untuk pertama kalinya polusi mikroplastik berhasil dideteksi dalam darah manusia. Para peneliti menemukan partikel renik tersebut pada hampir 80% orang yang dites dalam studi.

Studi terbaru itu menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mengalir di seluruh tubuh manusia dan mungkin bisa bersarang di organ. Untuk sementara, dampaknya terhadap kesehatan belum diketahui.

Meski demikian, para peneliti khawatir karena partikel tersebut menyebabkan kerusakan sel manusia di laboratorium. Di sisi lain, penelitian telah mengungkap bahwa partikel polusi udara menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun.

Saat ini polusi plastik ditemui di daratan bumi, laut, dan udara. Berbagai studi juga telah mengungkap bahwa manusia mengonsumsi mikroplastik melalui makanan dan minum, serta menghirupnya di udara. Partikel ini juga ditemukan di feses bayi dan orang dewasa.

Studi tersebut, terbit dalam jurnal Environment International, menganalisis sampel darah dari 22 donor anonim. Semuanya merupakan dewasa sehat. Hasilnya, para ilmuwan menemukan partikel di tubuh 17 peserta.

Setengah dari sampel mengandung plastik PET, yang biasa digunakan dalam botol minuman, sementara sepertiga mengandung polistirena, yang digunakan untuk mengemas makanan dan produk lainnya. Seperempat sampel darah mengandung polietilen, bahan baku kantong plastik.

“Studi kami adalah indikasi pertama bahwa kita memiliki partikel polimer dalam darah kita – ini adalah hasil terobosan,” kata Prof Dick Vethaak, ahli ekotoksikologi di Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda, dikutip The Guardian, Selasa (20/9/2022).

“Tetapi kita harus memperluas penelitian dan meningkatkan ukuran sampel, jumlah polimer yang dinilai, dan sebagainya.” Dia menambahkan, studi lebih lanjut oleh sejumlah kelompok sudah berlangsung, katanya.

"Jika khawatir, itu sangat masuk akal. Partikel-partikel itu ada di sana dan diangkut ke seluruh tubuh," kata Vethaak.

Dia mengatakan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikroplastik 10 kali lebih tinggi di kotoran bayi dibandingkan dengan orang dewasa dan bayi yang diberi botol plastik menelan jutaan partikel mikroplastik setiap hari.

“Kami juga tahu secara umum bahwa bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap paparan bahan kimia dan partikel. Itu sangat membuatku khawatir," katanya.

Analisis tersebut mengadaptasi teknik eksisting untuk mendeteksi dan menganalisis partikel hingga ukuran 0.0007 mm. Beberapa sampel darah mengandung dua atau tiga jenis plastik.

Tim menggunakan jarum suntik baja dan tabung kaca untuk menghindari kontaminasi, dan menguji tingkat latar belakang mikroplastik menggunakan sampel kosong.

Vethaak mengakui bahwa jumlah dan jenis plastik sangat bervariasi antara sampel darah. Perbedaan tersebut mungkin mencerminkan paparan jangka pendek sebelum sampel darah diambil, seperti minum dari cangkir kopi berlapis plastik, atau memakai masker wajah plastik. Sehingga diperlukan studi lanjutan.

“Pertanyaan besarnya adalah apa yang terjadi dalam tubuh kita? Apakah partikel-partikel itu tertahan di dalam tubuh? Apakah mereka diangkut ke organ tertentu, seperti melewati penghalang darah-otak? Dan apakah kadar ini cukup tinggi untuk memicu penyakit? Kami sangat perlu pendanaan penelitian lebih lanjut untuk menjawabnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Manfaat yang akan Kamu Dapatkan dari Donor Darah

Manfaat yang akan Kamu Dapatkan dari Donor Darah

Sukabumi | Selasa, 20 September 2022 | 17:15 WIB

4 Jenis Buah yang Aman Dikonsumsi bagi Penderita Diabetes

4 Jenis Buah yang Aman Dikonsumsi bagi Penderita Diabetes

Your Say | Selasa, 20 September 2022 | 12:20 WIB

Pelanggan Hotel Ini Kesal Dapat Kamar Hotel Kotor, Penuh Bekas Bercak Darah dan Cairan

Pelanggan Hotel Ini Kesal Dapat Kamar Hotel Kotor, Penuh Bekas Bercak Darah dan Cairan

Your Say | Selasa, 20 September 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Ole Romeny Jadi Predator Ganas Timnas Indonesia, Cetak 6 Gol dari 10 Pertandingan

Ole Romeny Jadi Predator Ganas Timnas Indonesia, Cetak 6 Gol dari 10 Pertandingan

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:51 WIB

Disebut Pejuang Sejati, Elkan Baggott Bikin Pelatih Mozambik Angkat Topi!

Disebut Pejuang Sejati, Elkan Baggott Bikin Pelatih Mozambik Angkat Topi!

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:50 WIB

Update Cedera Neymar, CBF Keluarkan Hasil Pemeriksaan MRI Terbaru Jelang Kickoff Piala Dunia 2026

Update Cedera Neymar, CBF Keluarkan Hasil Pemeriksaan MRI Terbaru Jelang Kickoff Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:49 WIB

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:49 WIB

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Catatan Terakhir Sam Sebelum Kematian: Membaca Ways to Live Forever

Catatan Terakhir Sam Sebelum Kematian: Membaca Ways to Live Forever

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter

24 Jam Menghilang, Lansia di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sumur 16 Meter

Lampung | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:42 WIB