Depok.suara.com, Pasca kericuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya di Kanjuruhan, Kabupaten Malang pada pekan ke-11 BRI Liga 1, PSSI langsung bentuk tim investigasi.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi mengatakan bahwa pihaknya bakal segera melakukan investigasi soal tragedi Stadion Kanjuruhan dan hingga kini masih menunggu laporan resmi dari pengawas.
‘’Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian," ujat Yunus seperti dilansir laman resmi PSSI.
Lebih lanjut Yunus mengayakan, dari tayangan video yang beredar di media sosial terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang.
"Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak,’’ tegasnya
Atas kejadian tersebut, kata Yunus, pihaknya memastikan panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan.
"Selain sanksi denda juga tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa laga," katanya
Selain itu, lanjutnya PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa.
"Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ tandasnya.