depok

Pendukung Rusia Kumpulkan Dana Lewat Crypto Untuk Biaya Perang

Suara Depok Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:53 WIB
Pendukung Rusia Kumpulkan Dana Lewat Crypto Untuk Biaya Perang
Mata uang digital (Inbox.id)

Depok.suara.com - Kelompok pendukung Rusia mengumpulkan dana dalam mata uang kripto. Nantinya, mata uang tersebut akan dipakai untuk menopang operasi paramiliter dan menghindari sanksi Amerika Serikat saat perang dengan Ukraina terus berlanjut.

Menurut laporan TRM Labs, perusahaan kepatuhan aset digital dan manajemen risiko, pada 22 September, kelompok penggalangan dana ini telah mengumpulkan US$400 ribu. Angka tersebut berbentuk cryptocurrency sejak dimulainya invasi pada 24 Februari.

Riset mengungkapkan, bahwa kelompok tersebut menggunakan aplikasi pesan terenkripsi Telegram. Mereka menawarkan cara bagi orang untuk mengirim dana yang digunakan memasok kelompok milisi yang berafiliasi dengan Rusia dan mendukung latihan tempur di lokasi yang dekat dengan perbatasan dengan Ukraina.

Satu kelompok yang diidentifikasi TRM Labs mengumpulkan dana adalah Task Force Rusich yang digambarkan oleh Departemen Keuangan AS sebagai kelompok paramiliter neo-Nazi yang telah berpartisipasi dalam pertempuran bersama militer Rusia di Ukraina.

Kemudian, di saluran Telegram, TRM Labs menemukan bahwa grup ini ingin mengumpulkan uang untuk barang-barang seperti peralatan pencitraan termal dan radio, demikian dilansir dari CNBC Internasional, Senin (3/10/2022).

Sementara, Pusat Koordinasi Bantuan Novorossia, yang didirikan pada tahun 2014 untuk mendukung operasi Rusia di Ukraina, mengumpulkan sekitar $21.000 dalam mata uang kripto, terutama bitcoin dengan tujuan membeli drone.

Rusia terkena sejumlah sanksi setelah invasi tak beralasan ke Ukraina awal tahun ini yang bertujuan untuk memutuskannya dari sistem keuangan global. Pada saat itu, ada kekhawatiran bahwa Rusia dapat menggunakan cryptocurrency untuk menghindari hukuman ini. Namun, para ahli mengatakan tidak ada cukup likuiditas dalam sistem crypto pada skala yang dibutuhkan Rusia untuk memindahkan uang.

Tetapi dengan kelompok paramiliter, mereka memindahkan uang dalam skala yang lebih kecil, yang cukup untuk barang-barang yang perlu mereka beli.

Kelompok-kelompok ini kemungkinan menggunakan bursa yang tidak selalu mematuhi peraturan anti pencucian uang dan lainnya.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Pertama Kali Dilihat Dapat Mengungkapkan Rahasia Kepribadian Anda

"Mereka mungkin menggunakan pertukaran yang tidak sesuai untuk meningkatkan dana tersebut [menjadi mata uang fiat]," kata Ari Redbord, kepala urusan hukum dan pemerintahan di TRM Labs.

"Anda tidak bisa melakukannya dalam skala besar. Kami akan mengatakan, apakah akan ada lebih banyak lagi? Tentu saja, akan ada lebih banyak lagi. Tapi apakah itu akan menjadi miliaran dolar? Sangat tidak mirip," tambahnya.

Redbord mengatakan, TRM Labs menggunakan kombinasi alamat dompet yang tersedia untuk umum serta memeriksa silang situs web dan aktivitas online lainnya untuk mengidentifikasi grup yang terkait dengan Rusia. Namun, dia mengatakan tidak mungkin untuk mengetahui apakah kelompok-kelompok ini bekerja dengan pemerintah Rusia atau didukung oleh Kremlin.

Cryptocurrency telah menjadi sorotan selama perang Rusia dan Ukraina. Ukraina telah mencari sumbangan melalui koin digital, yang dapat dikirim dengan cepat ke seluruh dunia. Tapi mereka sekarang juga digunakan oleh kelompok paramiliter Rusia.

"Saya pikir bagian yang menarik dari cerita ini adalah bahwa crypto hanyalah bentuk pembayaran. Ini adalah cara untuk memindahkan dana. Dan ada contoh digunakan untuk kebaikan dan contoh digunakan untuk hal buruk dalam konteks ini," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI