Depok.suara.com - Cahayu Nur Dewata korban dari Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan penderitaan atas peristiwa mengerikan itu. Dirinya yang berhasil selamat masih berusaha untuk mengobati mental dan kesehatan fisiknya.
Remaja berusia 15 tahun ini mencoba menjalani berbagai perawatan agar kondisinya membaik. Diketahui mata Cahayu masih merah dan sulit untuk melihat cahaya.
"Masih sedikit pusing kalau melihat cahaya," kata Cahayu, ditemui di kediamannya Jalan Pulau Galang, Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang Sabtu (22/1/2022).
Dijelaskan oleh Yeni Puspita Eden (23), kondisi adiknya saat ini semakin membaik. Mata merah Cahayu mulai pulih dibandingkan kondisi sebelumnya. Kemudian, tangan kanannya sempat tak bisa digerakkan dan kini kian membaik berkat akupuntur.
"Tangannya agak baik sudah terapi dua kali, terapi tusuk jarum itu," kata Yeni.
Diberitakan bahwa Cahayu ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri pada malam Tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 silam. Saat Cahayu yang merupakan Aremania menyaksikan pertandingan klub kesayangannya melawan Persebaya.
Dirinya datang bersama beberapa temannya dan menyaksikan dari Tribun Selatan, tepatnya pintu 12. Sayangnya dalam peristiwa tersebut, ia kehilangan sahabatnya yang menjadi salah satu korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan.
Cahayu yang berhasil dievakuasi ke rumah sakit, sempat mengalami koma selama tiga hari. Pun saat sadarkan diri, ia mengalami hilang ingatan. Keluarga terus berusaha memulihkan ingatan Cahayu.
Dari paparan dokter, setidaknya butuh waktu enam bulan hingga satu tahun untuk membuat ingatan Cahayu kembali sepenuhnya.
Baca Juga: Mudah Panik, 4 Zodiak Ini Kerap Terjebak oleh Stres Negatif
"Kata dokter pulihnya bisa enam bulan sampai satu tahun untuk saya ingat sembuh total. Sekarang ya saya cuma bantu ingatan lewat foto sama cerita-cerita masa kecil. Apalagi biasanya setelah dia ngomong, lima menit kemudian dia lupa apa yang dia omongkan," katanya.
Sumber: SuaraMalang