Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Dythia Novianty, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
Penasihat Senior LAB 45, Andi Widjajanto dalam Konferensi Republik yang digelar di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Tokoh nasional dan akademisi menghadiri Konferensi Republik di Yogyakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026 untuk membahas masa depan bangsa.
  • Andi Widjajanto menyoroti adanya regresi demokrasi melalui pelemahan hukum prosedural yang memicu kekhawatiran serius bagi stabilitas negara saat ini.
  • Kesamaan kekhawatiran pasar global dan masyarakat sipil terhadap kebijakan ekonomi sentralistis menjadi peluang unik untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia.

Suara.com - Sejumlah tokoh nasional dan akademisi berkumpul dalam Konferensi Republik yang digelar di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).

Pertemuan besar ini menyoroti arah masa depan bangsa serta mencari solusi dari berbagai tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.

Penasihat Senior LAB 45, Andi Widjajanto, yang hadir sebagai salah satu pembicara utama, memaparkan dinamika politik Indonesia sejak era Reformasi 1999 hingga situasi terkini di tahun 2026.

Ia menilai Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan berat berupa regresi atau kemunduran demokrasi yang terjadi lewat pelemahan hukum secara prosedural.

Mantan Gubernur Lemhannas tersebut, sempat berkelakar alasan di balik pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan konferensi ini, ketimbang menggelarnya di ibu kota Jakarta.

"Kenapa sih acaranya di Jogja, bukan di Jakarta? Ya jawaban saya, 'karena Jakarta lagi mikir MSCI dengan IHSG.' Di Jogja kami bisa mikir Republik," kata Andi.

Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Ilustarsi IHSG dan MSCI. [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]

Lebih lanjut, Andi menjelaskan adanya fenomena unik di mana narasi kritis dari kelompok masyarakat sipil kini justru sejalan dengan respons yang ditunjukkan oleh pasar keuangan global terhadap situasi di dalam negeri.

Menurutnya, pasar global memberikan sinyal koreksi karena adanya kekhawatiran terhadap perubahan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Jika tata kelola ekonomi bergeser ke arah yang terlalu terpusat, hal tersebut berisiko memicu respons negatif dari para pelaku pasar internasional.

baca juga

"Masyarakat sipil berharap MSCI galak mengoreksi Indonesia, karena koreksi MSCI, fusi, S&P tentang Indonesia adalah koreksi-koreksi tentang ekonomi yang akan diubah menjadi ekonomi yang sentralistis, menjadi ekonomi komando," ungkapnya.

Situasi ini dinilai memicu kekhawatiran global yang berujung pada potensi penarikan modal asing secara besar-besaran dari Indonesia.

Namun di sisi lain, kesamaan keresahan antara pasar global dan masyarakat sipil ini dianggap sebagai momentum yang jarang terjadi.

"Lalu pasar dunia mengatakan, 'Kalau itu yang terjadi di Indonesia, kami enggak mau.' Mereka pergi, capital outflow. Pada saat ini jarang terjadi bahwa bahasa pasar global kepentingannya narasinya mirip-mirip dengan narasi masyarakat sipil. Itu celah yang unik, peluang unik yang harus kita manfaatkan," jelasnya.

Andi menaruh harapan besar pada forum ini agar mampu menghasilkan pemikiran konkret demi menyelamatkan demokrasi Indonesia.

Ia berharap atmosfer Yogyakarta dapat memberikan ruang berpikir yang lebih jernih dan berfokus pada kepentingan negara dalam jangka panjang.

Ilustrasi transaksi pasar modal. [Ist]
Ilustrasi transaksi pasar modal. [Ist]

"Semoga kita tidak salah memilih Jogja sebagai tempat, karena Jakarta masih mikir harga saham, sementara Jogja kita bisa mikirin Republik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun

IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:11 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:39 WIB

Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia

Mengapa Pasar Khawatir pada Danantara Sumber Daya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:50 WIB

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×