Depok.suara.com - Modus penipuan digital atau online kini semakin beragam beriringan dengan berkembangnya teknologi. Karena itulah modus penipuan ini semakin beragam dan tidak terkendali, khususnya dalam transaksi digital.
Baru-baru ini muncul modus penipuan baru berkedok akun resmi sebuah bank tertentu di media sosial telegram. Para penipu digital itu memanfaatkan kelengahan calon korban untuk melancarkan aksi mereka.
Penipuan lewat transaksi digital ini, berusaha mendapatkan data & Informasi pribadi korban, demi keuntungan. Karena itu agar terhindar dan tidak menjadi korban sebaiknya perlu mengenal dan memahami modus-modus penipuan.
Merangkum dari hasil rapat Hansip Vol.3 yang mengangkat tema 'ragam modus baru penipuan baru penipuan digital'. Berikut empat modus terbaru penipuan saat transaksi digital.
1.Phising
Phising merupakan salah satu modus penipuan yang memanfaatkan email korban saat transaksi digital.
Modus penipuan terbaru ini memanfaatkan alamat email korban dengan tujuan untuk memperoleh data-data pribadi yang bersifat rahasia.
Email ini bisa tercantum pada beberapa transaksi digital perbankan, sehingga bisa merugikan dikemudian hari.
2.Smishing
Modus ini menggunakan media Short Message Service (SMS). Pesan yang masuk berisi tautan atau link, yang jika dibuka mengarah ke informasi palsu dari Contact atau Call Centre Palsu.
contohnya, modus penipuan install aplikasi halo BCA via link berbahaya. Modus penipuan sosial enigeering yang mengarahkan korban untuk menginstal suatu aplikasi M-banking melalui link yang diberikan penipu.
Untuk modus operandinya pun beragam. "Salah satunya bisa berupa surat kenaikan tarif transfer dan transaksi tidak wajar," kata Manager Digital Marketing PT. BCA Tbk, Maulana Viliano.
3.Vishing
Pada jenis ini, pelaku menggunakan jaringan telepon, dan memberi pengaruh kepada korban untuk mengirim data yang bersifat rahasia.
4. Impersonation