Depok.suara.com - Fakta baru terkait pembunuhan berantai yang terjadi di Bekasi hingga Cianjur dibongkar oleh kepolisian. Ternyata pelaku pembunuhan berantai menyerahkan istrinya sendiri untuk dibunuh.
Dimuat dari berbagai sumber, diketahui
Wowon Erawan alias Aki yang merupakan tersangka pembunuhan menyerahkan istrinya Ai Maemunah ke Solihin alias Dulloh. Polisi menyebutkan bahwa motifnya karena sakit hati.
"Iya tersangka Wowon mengaku sakit hati dengan istrinya karena tidak dirawat korban selama dirawat di rumah sakit, tapi kami hanya pengakuan, kami dalami dengan scientific crime investigation," kata Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (21/1/2023).
Trunoyudo menjelaskan bahwa cara pembunuhan yang dilakukan Solihin adalah dengan memberikan racun. Solihin juga meracuni Maemuhah bersama anak tirinya yang bernama Abdul Muiz (26) dan Riswandi (16).
Dijelaskan olehnya para korban diberi racun di kontrakan yang berada di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Sementara itu, pelaku sudah merencanakan perbuatannya sejak tahun sejak Desember 2022.
Trunoyudo menyebutkan Wowon sakit hati karena merasa tidak dirawat saat berada di rumah sakit. Karena dasar sakit hati itu, Wowon mengaku merencanakan pembunuhan terhadap Ai Maemunah.
Walau begitu, Trunoyudo mengaku pihaknya tidak akan percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka. Oleh karena itu polisi melakukan penyidikan berdasarkan fakta-fakta yang ada termasuk motif sejauh ini adalah soal ekonomi.
"Kami kolaborasi interprofesi dengan ahli forensik, digital forensik, laboratorium forensik, apsifor (asosiasi psikologi forensik) serta tim ahli lain sesuai keilmuan yang dibutuhkan baik internal Polri maupun menggandeng pihak universitas/kampus untuk mengungkap fakta apa sebenarnya motifnya, apakah ada korban lain, apakah ada tersangka lain, itu semua kami dalami dengan tim ahli," ucap Trunoyudo.
Tidak hanya di Bekasi, Wowon juga membunuh dua istri lainnya yakni Halimah dan Wiwin di Cianjur, Jawa Barat. Sementara itu Duloh membunuh delapan dari sembilan korban tewas.
Baca Juga: PPP Target Kursi di Pemilu 2024 Lebih Banyak