Depok.suara.com - Ratusan relawan Pencarian dan Penyelamatan (SAR) sangat antusias menghadiri Pelatihan Dasar Jurnalistik Dasar yang digelar oleh Jurnalis Indonesia Peduli (JIP) melalui sebuah gelaran Jurnalist Fest 2023, bertempat di Taman Pemuda Pratama, Beji, Depok, Jawa Barat, di hari pertama, Jumat (24/2/2023).
Para relawan SAR yang datang dari berbagai organisasi atau lembaga, termasuk dari Basarnas, BPBD, Airud, PMI serta komunitas potensi SAR lainnya yang tersebar di Jabodetabek.
Kehadiran para relawan SAR untuk mengikuti pelatihan dasar jurnalistik foto dan video yang menjadi rangkaian acara Jurnalis Fest 2023. Acara ini digelar komunitas Jurnalis Indonesia Peduli (JIP) dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2023.
Materi pelatihan yang diberikan kepada ratusan relawan SAR terdiri dari 'Live Report is Simple' dengan pemateri News Anchor MNCTV Anita Dewi, 'Jurnalistik Video Dasar' dengan pemateri News Producer MNCTV Yohanes Odja, dan 'Memotret Bencana Menggunakan HP' dengan pemateri Head Photo Division Merdeka.com Arie Basuki.
![Jurnalist Indonesia Peduli menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik bagi para relawan SAR pada hari pertama Jurnalist Fest 2023, Jumat (24/2/2023). [Jurnalist Indonesia Peduli]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/02/27/1-jip-pelatihan-sar4.jpeg)
Peserta Praktik di Lapangan
Para peserta juga terlihat aktif bertanya kepada pemateri mengenai persoalan-persoalan yang sering mereka temukan di lapangan.
Tak cuma teori, para peserta juga langsung melakukan praktik cara pengambilan foto dan video dengan perangkat kamera digital dan handphone. Selain itu, mereka juga belajar bagaimana menulis keterangan isi foto dan video.
Pembina Jurnalis Indonesia Peduli (JIP), Pratama Dahlian Persadha mengungkapkan, pelatihan jurnalistik dasar foto dan video ini salah satunya untuk membantu meningkatkan kemampuan anggota SAR saat membuat laporan foto dan video dari lokasi bencana.
“Kenapa kok ada pelatihan ini? Temen-temen SAR ada di ujung lokasi ketika terjadi bencana. Kadang kita menggunakan handphone untuk foto, di-upload yang penting ada dulu. Padahal kita bisa menambah potensi bahwa foto itu bisa bercerita, berbicara, ini yang sebenarnya ingin disampaikan oleh JIP,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin (27/2/2023).
Baca Juga: Cuti Bersama Maret 2023, Ada Berapa Hari Libur?
Hasil foto dan video dengan kualitas laporan yang baik, menurut Pratama, dapat menggugah orang lain untuk membantu dan lebih waspada terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi.
“Kita membutuhkan masyarakat yang tidak ada di wilayah bencana, ikut mengetahui dan merasakan situasi bencana itu. Sehingga mereka bisa merasakan dan ikut membantu. Intinya supaya kita bisa menyampaikan kepada masyarakat ini loh keadaannya, ayo kita harus membantu, ini pesan yang paling penting,” ujarnya.
Koordinator Respon Kantor SAR Jakarta, Rizki, mengapresiasi pelatihan jurnalistik dasar foto dan video yang digelar oleh JIP. Dengan adanya pelatihan ini, Rizki berharap, para potensi SAR tidak hanya mampu menyelamatkan para korban bencana, tapi juga bisa menghasilkan karya foto maupun video dengan kualitas baik.
“Terima kasih kepada teman-teman jurnalis, ini sebuah momen di mana kami ingin sekali menambah kapasitas teman-teman potensi SAR. Di beberapa kegiatan, kami memang concern terkait peningkatan kapasitas. Alhamdulillah SAR Jakarta sudah menghasilkan karya, dan mudah-mudahan bisa dijadikan contoh oleh teman-teman potensi SAR di daerah lain,” ucap Rizki.
![Jurnalis Indonesia Peduli menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik bagi para relawan SAR pada hari pertama Jurnalist Fest 2023, Jumat (24/2/2023). [Jurnalis Indonesia Peduli]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/02/27/1-jip-pelatihan-sar3.jpeg)
Rizki berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kekompakan para potensi SAR di lapangan meski berasal dari lembaga/organisasi yang berbeda-beda.
Sebab semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni membantu evakuasi para korban bencana sesegera mungkin dan berusaha mempercepat pemulihannya.