Depok.suara.com - Pengurus GP Ansor, Jonathan Latumahina, mengungkapkan perkembangan kondisi putranya, Cristalino David Ozora yang terbaring di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan., pada hari ini, Kamis (2/3/2023), melalui akun Twitter @seeksixsuck, yang merupakan akun milik Jonathan.
Jonathan membagikan foto David yang terlihat mengenakan dibalut kain cokelat untuk menutup tubuhnya, namun bahunya yang telanjang terlihat ada selang infus yang menempel.
Kemudian, David juga masih diberi bantuan oksigen melalui mulutnya. Bagian mata dan hidungnya diberi pelindung mirip kacamata.
Jonathan menulis bahwa dirinya mengucapkan terima kasih untuk terus mendoakan dan memberikan support bagi David.
"Keadaan saat ini sudah jauh lebih baik namun masih dilakukan ikhtiar dhohir dan batin. Allah SWT akan membalas kebaikan kalian semua," tulis Jonathan.
![David Azora ditemani ayahnya, Jonathan Latumahina. [Twitter @@seeksixsuck]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/03/02/1-david-azora.jpg)
David Belum Sadar
Dia pun memohohon maaf tidak bisa menjawab satu persatu pertanyaan dari netizen. Menurutnya, David hari ini sudah semakin baik kondisinya.
"Memang belum sadar, tapi respons gerak, pendengaran dan penglihatannya sudah mengalami kemajuan yang luar biasa, karena memang kemajuan ini di luar perkiraan," tulisnya.
Selanjutnya, kata Jonathan, perlu diketahui bahwa sejak kejadian 20 Februari, David koma dengan respons yang sangat memperihatinkan. Kejang selama 2x24 jam di medika kemudian dirujuk ke Mayapada.
Baca Juga: XL Axiata PLN Icon Plus Kolaborasi Adopsi Teknologi Baru
"Saya tidak akan pernah lupa erangan dia, kejang-kejang tubuh kurusnya. Akan ada yang membayar untuk siksaan itu," tutup dia.
Cristalino David Ozora (17) telah dianiaya oleh Mario Dandy Satrio (20) di kawasan perumahan di Perumahan Green Permata, Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/2) sekitar pukul 20.30 WIB.
Mario Dandy Satrio (20) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. Kemudian, polisi juga menetapkan Shane Lukas Routa Pangondian Lumbantoruan (19) sebagai tersangka.
Kita bisa melihat video rekaman yang beredar, begitu kejinya sosok pria diduga Mario Dandy Satrio menganiaya David yang sudah tak berdaya di aspal.
Shane ikut jadi tersangka karena diduga menjadi 'kompor' agar Mario Dandy melakukan penganiayaan terhadap David. (*)