Depok.suara.com - Sebuah video menampilkan suara korban pembunuhan dukun di Banjarnegara dengan anaknya. Pada momen tersebut korban mengaku sedang berada di rumah pelaku.
Dilihat dari akun Instagram @InstaBanjarnegara, korban menjelaskan bahwa dirinya masih berada di rumah pelaku. Rumah pelaku sendiri memiliki luas hingga 100 meter.
"Sekitar 100 meter rumah dia. Sama ada namanya kampung Slamet. Kayaknya waspada aja," paparnya.
Korban menjelaskan alasan mengapa memberikan voice note kepada anaknya. Dirinya mengaku bahwa keselamatannya terancam.
Pasalnya dirinya tidak memiliki teman dan juga rekan yang bisa dipercaya. Karena itu, dirinya mengaku takut dengan suasana di rumah tersebut.
"Takutnya ayah gak punya temen, nggak punya asisten, gak punya ajudan ngga punya rekan rekan yang percaya lagi. Makannya ayah kayak sedikit ngeri gitu loh," ucapnya.
Selain itu korban juga mengaku mengantuk setelah meminum hidangan pemberian dari pelaku. Korban memang terlihat mabuk saat berbicara.
"Apalagi tadi di hutan ayah engga sadar, ayah ngantuk mulu, habis minum pocari sweet sampai ayah lagi bersila nih," paparnya.
Sebelum voice note itu selesai, korban juga berharap masih tersadar. Sehingga bisa tetap selamat.
Baca Juga: Dipenjara di Lapas Gunung Sindur, Zul Zivilia Diizinkan Rekaman Bareng Bandnya
"Sambil nunggu eh kepalanya langsung tidur di bawah kan. Aneh cuma kaya orang mabuk ngomong sendiri kayak orang gila. Mudah-mudahan selamat," pungkasnya.