Depok.suara.com, Wilayah Kelurahan Jatijajar Kecamatan Tapos dinilai bisa dijadikan desa wisata dan menjadi destinasi pariwisata di Kota Depok.
Penggiat seni dan budaya Desiana kepada wartawan mengatakan, wilayah Jatijajar bisa dijadikan salah satu tujuan destinasi pariwisata di Kota Depok.
Di Jatijajar ada Situ terintegrasi dengan berbagai destinasi fasilitas wisata lainnya seperti Balai Pembibitan tanaman, Wisata Religi Mushola Al Karomah (Petilasan Raden Panji Wanayasa), Hutan alami yang dapat digunakan sarana perkemahan serta persawahan.
Situ Jatijajar juga, lanjut Desiana, pernah menjadi salah satu tempat wisata yang pernah menyelenggarakan kompetisi perahu Naga se- Indonesia, dan kompetisi memancing.
Pada wisata religi petilasan pun sering menjadi tempat ziarah oleh para pengunjung dari berbagai kota dan daerah yang sekaligus berwisata di Situ Jatijajar
"Saya kira itu lengkap Situ Jatijajar. Harus kita promosikan juga kalau disini ada situs sejarah ada juga rekreasi wisata alam," tuturnya.
Desiana menambahkan, tidak hanya ada Situ Jatijajar saja, ada lokasi venue atau tempat seni dan budaya salah satunya rumah Cinwa atau Cinta Wayang lokasinya berdampingan dengan Situ Jatijajar.
Karenanya, kata Desiana, pihaknya bersama-sama dengan komunitas pecinta wayang lain seperti Asia Wangi dan komunitas seni budaya lainnya secara konsisten terus berupaya mengenalkan kekayaan budaya warisan nenek moyang melalui penyelenggaraan edukasi informal dalam bentuk pengenalan beraneka jenis wayang dengan berbagai filosofi ketokohannya kepada generasi milenial.
"Dulu pak Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil hadir ke Ruman Cinwa,"katanya.
Rumah Cinwa sendiri, kata Desiana, setiap bulannya menggelar pentas seni dan budaya dimana pesertanya berasal dari Depok dan luar Depok.
Di lingkungan RW 09 ada salah satu sanggar yang sering mentas menampilkan tarian Kuda Lumping dan tarian khas Jawa Timur.
"Ada lagi permainan reog Ponogoro di Jatijajar,"katanya.
Untuk menuju desa wisata yang maju dan berkembang maka diperlukan keterlibatan dari masyarakat desa Benteng melalui dua lembaga.
Lembaga pengelola yang kesemuanya berlandaskan pada pemberdayaan masyarakat yaitu pokdarwis (kelompok sadar wisata) yang didalamnya pelaku wisata dan Bumdes.
Pokdarwis merupakan salah satu komponen dalam masyarakat yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pengembangan kepariwisataan di daerahnya.