Berdalih menuduh telah menyerobot antrean di SPBU, seorang sopir ojek online (ojol) dipukuli hingga jidatnya benjol. Pelaku yang mengeroyok sopir ojol itu berjumlah tiga orang yang berboncengan dengan satu motor.
Peristiwa pengeroyokan itu viral setelah beredar video yang merekam sopir ojol itu dalam kondisi sudah babak belur. Akun Instagram, @terangmedia turut mengunggah video itu.
Dikutip Minggu (25/9), beredar narasi video, insiden pengeroyokan itu bermula ketika sopir ojol itu dituduh telah menyela antrean di SPBU. Namun disebut jika ketiga pria itu tidak memegang duit ketika mengantre isi bensin. Salah satu pelaku akhirnya mengambil duit di mesin ATM.
Namun, lantaran rekannya disebut lama mengambil menarik tunai uang di ATM, korban akhirnya mendahului kendaraaan pelaku.
Lewat dalih menyerobot antrean, ketiga pelaku secara membabi buta memukuli korban hingga babak belur. Dalam rekaman video yang beredar dituliskan jika ketiga pelaku menggunakan kaos abu-abu serta jaket hijau dan jaket hitam.
Beredarnya video itu menjadi sorotan warganet setelah ramai beredar di media sosial. Rata-rata warganet merasa kasihan dengan kondisi korban yang dipukul hingga benjol-benjol. Apalagi, korban penganiayaan itu sudah tua. Selain itu, aksi pengeroyokan itu juga menyulut kemarahan warganet lainnya. Ada warganet yang mendesak agar pelaku segera diproses secara hukum atas tindakan bar-bar-nya itu di SPBU.
"Visum terus buka cctv SPBU nya buat bukti," timpal akun @
budi****.
"Gak tega lihat bapak ojolnya," kata akun @bar****.
"Udah kere beraninya keroyokan mana sama Orang Tua," geram akun @maw*****.
Baca Juga: Kebobolan Dua Gol Lawan Curacao, Shin Tae-yong akan Benahi Sektor Belakang Timnas Indonesia
"Jangan mau damai, visum, laporkan, lalu penjarakan para pelakunya biar ada efek jera," kata akun @sun*****.