Keluarga I Wayan Mirna Salihin kembali disorot publik setelah kasus 'Kopi Sianida' kembali viral usai dituangkan ke dalam film dokumenter berjudul: "Ice Cold: Murder, Coffe and Jessica Wongso" garapan Netflix. Tak hanya sang ayah Edi Darmawan Salihin. Saudari kembar Mirna, Made Sandy Salihin ikut menjadi sorotan.
Sandy Salihin pun turut membagikan cuplikan video wawancara Pakar Farmasi Kimia, dr Theo lewat akun Instagram pribadinya, Senin (16/10) kemarin.
Kembaran Mirna itu mengaku takjub dengan penjelasan dr Theo yang meyakini jika Jessica Wongso adalah pembunuh Mirna Salihin.
"Best Explanation from Dktr Theo," tulis Sandy dikutip pada Selasa (17/10).
Dalam video wawancara dengan salah satu TV s, dr Theo membongkar aksi Jessica saat bertemu dengan Mirna di kafe Oliver, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada Januari 2016 lalu. Dia pun meyakini jika Jessica telah membunuh Mirna dengan racun sianida.
Berdasar teorinya yang digunakan untuk menganalisis kasus itu, dr Theo menyebut jika Jessica Wongso telah menaruh racun sianida ke sedotan yang digunakan Mirna saat meminum es kopi Vientam di kafe Oliver.
"Terdakwa ini sangat lihai sekali di dalam menyembunyikan perbuatan laknatnya itu. Saya mengetahui tentang daya larut dari sianida di dalam air serta pelepasan dari sianida di dalam air, maka saya mengambil satu teori bahwa racun sianida yang berupa serbuk itu disembunyikan di dalam sedotan yang akan dipergunakan oleh Mirna," kata dr Theo dalam video tersebut.
Dia menduga jika racun sianida sengaja ditaruh ke dalam sedotan karena kecil kemungkinan jika Jessica Wongso membubuhkan serbuk itu langsung ke dalam minuman es kopi Vietnam di meja. Bahkan, dia menyebut jika Jessica sedemikian rapi saat mempersiapkan aksi kejahatannya kepada Mirna, termasuk membawa krim untuk menghilangkan gatal-gatal di kulitnya akibat terkena racun sianida.
"Disembunyikannya di sedotan karena dilihat daripada terdakwa menyembunyikan perbuatannya di belakang paper bag, maka akan terlalu lama apabila racun sianida itu dibubuhi seperti kita memberikan gula ke dalam kopi, jadi harus diaduk dulu. Jadi sudah dipersiapkan begitu seksama, jadi selama mengikuti sidang tadi saya juga melihat bahwa persiapan dari terdakwa ini sudah demikian teliti, sampai dia membawa krim bioderma untuk menghilangkan gatal-gatal di kulit maupun gatal-gatal di tangannya," beber dr Theo.
dr Theo pun menyebut jika Jessica sudah sangat mengetahui waktu yang pas untuk memasukan sedotan berisi sianida mencampur es kopi tersebut dengan cara menunggu suhu minuman tersebut.
"Terdakwa ini sangat lihai karena dia terdakwa ini mengetahui apabila sianida dimasukkan pada suhu tinggi maka akan berubah langsung menjadi gas sianida yang akan menyerang dirinya sendiri," ungkap Pakar Farmasi tersebut.

"Oleh karena itu dia menunggu sampai es kopi Vietnam itu menjadi dingin dan saya berpendapat bahwa serbuk racun sianida itu disembunyikan di dalam sedotan mungkin dipersiapkan di toilet Grand Indonesia atau mungkin di tempat lain," imbuhnya.
"Kemudian sewaktu menyiapkan racun sianida itu terkena tangannya dan juga terkena celananya. Oleh karena itu, tangannya gatal-gatal dan serbuk-serbuk molekul sianida itu menembus celananya sehingga pahanya menjadi gatal-gatal," katanya.
Video wawancara pakar Farmasi Kimia yang dibagikan Sandy Salihin lantas direspons netizen dengan beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen yang sempat memantau sidang kasus kopi sianida pada 2016 lalu mempercayai jika Jessica adalah pembunuh Mirna. Bahkan, ada yang menganggap orang-orang yang mendukung Jessica justru adalah korban tayangan film dokumenter buatan Netflix.
"Still Justice for Mirna," tulis salah satu netizen disertai emoji hati.