Ini Cara Artis Tolak UU Pilkada

Liberty Jemadu

Minggu, 28 September 2014 | 04:55 WIB
 Ini Cara Artis Tolak UU Pilkada
Koalisi Kawal RUU Pilkada berunjuk rasa di depan gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (24/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Penolakan terhadap Undang-Undang Pilkada, yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat pada Jumat dini hari (26/9/2014), tidak hanya datang dari aktivis dan politikus, tetapi juga dari para artis.

Jika para politikus ramai berdebat di media-media masa dan berteriak di jalalanan, para artis banyak memilih media sosial untuk menyuarakan kekecewaanya pada undang-undang tersebut.

Tetapi bukan karena di media sosial, cara yang diambil tidak tergolong "berani". Lihat saja Indra Bekti. Presenter dan aktor 36 tahun itu dalam akun Twitter-nya berani mencopot sebuah foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari dinding rumahnya.

"Maaf Pak @SBYudhoyono tadinya bangga foto ini di dinding ,tapi saya turunin karena saya malu #whereareyoumrPresident," tulis Indra dalam akun Twitter-nya.

Dalam foto itu tampak Indra berdiri berdampingan bersama SBY dan Ani Yudhoyono.


Lain Indra, lain pula Abdee Negara. Bersama seniman Nia Dinata, Joko Anwar, Jajang C Noer, Olga Lydia, Dennis Agiswara, dan Oppie Andaresta, gitaris Slank itu membuat lagu "Where Are You Mr President".

Lagu dan video klip yang bertajuk "Abdee Negara & Friends 'Where Are You Mr. President? #shameonyouSBY" mereka unggah ke YouTube pada 27 September. Lirik lagu itu antara lain berbunyi, "rakyat butuh pemimpin, selamatkan demokrasi".


Jika Indra dan Abdee dkk memilih sosial media, penyanyi Glenn Fredly justru berkampanye mengajak pengguna Twitter untuk turun ke jalan pada Minggu (28/9/2014) pagi, untuk menggugat UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi.


Adapun UU Pilkada berhasil lolos di DPR setelah Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY, memilih walk out di tengah sidang paripurna.

Hengkangnya mayoritas anggota fraksi Demokrat memuluskan upaya Koalisi Merah Putih untuk mengesahkan UU Pilkada, yang pada akhir sidang diputuskan melalui mekanisme voting.

Keputusan Demokrat untuk walk out dituding oleh masyarakat sebagai pengkhianatan terhadap demokrasi dan pembohongan terhadap publik, karena dalam beberapa kesempatan SBY sebagai Ketua Umum Demokrat menegaskan akan mendukung pemilihan kepada daerah secara langsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Tidak Bisa Batalkan UU Pilkada

SBY Tidak Bisa Batalkan UU Pilkada

News | Sabtu, 27 September 2014 | 21:32 WIB

Ruhut: Tidak Ada Koordinasi Saat Demokrat Putuskan Walk Out

Ruhut: Tidak Ada Koordinasi Saat Demokrat Putuskan Walk Out

News | Sabtu, 27 September 2014 | 19:55 WIB

Jokowi Minta Masyarakat Gugat UU Pilkada

Jokowi Minta Masyarakat Gugat UU Pilkada

News | Sabtu, 27 September 2014 | 18:55 WIB

Golkar Tantang Kelompok Pendukung Pilkada Langsung Gugat ke MK

Golkar Tantang Kelompok Pendukung Pilkada Langsung Gugat ke MK

News | Sabtu, 27 September 2014 | 18:05 WIB

Ini Cerita Dibalik 'Walk Out' Demokrat Versi Ruhut

Ini Cerita Dibalik 'Walk Out' Demokrat Versi Ruhut

News | Sabtu, 27 September 2014 | 17:35 WIB

Dewan Kehormatan Demokrat Cari Dalang aksi Walk Out

Dewan Kehormatan Demokrat Cari Dalang aksi Walk Out

News | Sabtu, 27 September 2014 | 16:30 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×