Roro Fitria Desak Polisi Tindak Tegas Dokter Gadungan

Madinah

Sabtu, 30 Mei 2015 | 06:45 WIB
Roro Fitria Desak Polisi Tindak Tegas Dokter Gadungan
Artis Roro Fitria. [suara.com/Madinah]

Suara.com - Polisi berhasil membekuk dokter spesialis kecantikan gadungan yang biasa 'buka praktek' di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Dengan hanya bermodal peralatan seadanya dan ilmu yang didapat dari Google, pelaku bernisial J berhasil mengelabui puluhan pasien.

Penangkapan J berawal dari laporan beberapa korban yang melapor ke polisi. Sebagian dari mereka mengalami pembengkakan di sekitar tubuh karena obat-obatan yang digunakan tak sesuai standar medis.

Artis Roro Fitria mengaku prihatin dengan kondisi ini. Dia berharap para perempuan lebih berhati-hati dan bijak memilih terapis kecantikan. Yang pasti, kata dia, jangan dilakukan oleh sembarang dokter.

Berikan kutipan wawancara khusus suara.com dengan Roro Fitria di bilangan Senayan, Jakarta Pusat.            

Bagaimana pendapat kamu soal dokter spesialis kecantikan gadungan yang ditangkap baru-baru ini?

Aku sempat baca berita soal oknum yang mengatas namakan dokter kecantikan. Menurut aku hal tersebut sangat mengecewakan. Ada pihak yang dirugikan, dalam hal ini adalah IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Oknum mengatas namakan dokter kulit dan kecantikan itu sangat melanggar etika. Yang pasti sangat merugikan korban. Mereka ingin cantik, tapi yang diterima malah kesakitan wajahnya. Mukanya malah rusak, kurang bagus.

Kira-kira apa hukuman yang setimpal buat dokter gadungan?

Hukumannya ada beberapa sanksi yaitu sanksi sosial karena hal tersebut sangat tidak baik dan merugikan, khususnya perempuan yang jadi korban. Soal hukum, menurut undang-undang pihak berwajib harus lakukan tindakan tegas agar ada efek jera.

Bahaya operasi gadungan?

Banyak sekali ya. Ada merah bintil dan bengkak. Kalau masuk ke organ tubuh ginjalnya bisa pecah karena zat kimia.

Dokter ahli pun ada efek samping, apalagi dilakukan dengan dokter gadungan. Oknum harus ditindak tegas agar tak terjadi lagi.

Kamu sendiri pernah mencoba operasi plastik?

Buat aku, Alhamdulillah belum perlu (operasi plastik). Aku melakukan perawatan kecantikan biasa saja. Aku biasanya hanya injeksi suplemen dan vitamin untuk vitalitas badan. Aku juga melakukan terapi gelombang gama elektro magnetik. Untuk mata, aku lakukan eye lasik jadi gak perlu kaca mata.

Kalau aku merasa belum perlu operasi plastik. Bersyukur dianugerahi badan dan wajah seperti ini. Maintenancenya perawatan sehari hari aja. Spa, medicure, pedicure.

Wow, pasti mahal?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Roro Fitria Kapok Pakai Ferrari Berplat Palsu?

Roro Fitria Kapok Pakai Ferrari Berplat Palsu?

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2015 | 20:23 WIB

Terkini

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×