- Menko PMK Pratikno membantah isu sakit dan pengunduran diri saat dikonfirmasi wartawan pada Selasa (11/8/2026).
- Pratikno langsung meninjau lokasi dan memimpin rapat koordinasi percepatan pemadaman kebakaran hutan di Bromo, Jawa Timur.
- Pemerintah mempertahankan bantuan water bombing karena dua titik api masih tersisa dan operasi modifikasi cuaca terkendala cuaca.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, membantah dirinya tengah sakit.
Bantahan juga ditegaskan terhadap isu yang menyebut Pratikno bakal mundur.
Pratikno menegaskan, kekinian dirinya tengah bertugas melakukan percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bromo, Jawa TImur, Selasa (11/8/2026).
"Nggak... satu, mau sakit nggak, mundur nggak. Lagi bertugas kok, he eh. Lagi bertugas," kata Pratikno dihubungi wartawan.
Pratikno bercerita ia sudah berangkat menuju Malang dari pukul 6.30 WIB.
Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Bromo melakukan rapat koordinasi untuk percepatan pemadaman kebakaran di Bromo.
"Lumayan tadi kita ke Bromo blusukan, lumayan naik Hartop juga sampai ke lokasi titik anu dekat kebakaran. Aku kirim foto-fotonya ya," kata Pratikno.
Pratikno mengatakan ada 36 titik kebakaran dan puncaknya terjadi pekan yang lalu.
"Ini tadi masih ada dua titik, titik apa, titik kebakaran, titik api. Ada dua titik api, makanya kita tetap pertahankan untuk bantuan dari BNPB untuk water bombing ya," kata Pratikno.
Kekinian, pemerintah tengah melakukan antisipasi agar karhutla tidak merambat.
Salah satu penanganan yang dilakukan adalah dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) terapi masih terdapat hambatan.
"Iya problemnya di Bromo OMC ini sementara ini nggak bisa jalan karena memang tidak ada awan. Kita perkirakan kalau sesuai dengan ramalan itu 4 hari lagi ada awan untuk bisa OMC," kata Pratikno.