Panitera Kasus Saipul Jamil Diduga Punya Hotel dan Water Park

Madinah, Nikolaus Tolen

Jum'at, 23 September 2016 | 15:35 WIB
Panitera Kasus Saipul Jamil Diduga Punya Hotel dan Water Park
Saipul Jamil usai bersaksi di sidang praperadilan Rohadi, terdakwa kasus suap di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2016) [suara.com/Ismail]

Suara.com - Rohadi, panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus pelecahan seksual penyanyi dangdut Saipul Jamil, berencana membangun wisata air atau waterpark. Sayang, dia keburu tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukumnya, Hendra Heriansyah di gedung KPK di jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2016).

"Water park itu baru wacana. Masih tanah kosong belum terbangun," kata Hendra.

Menurutnya, surat tanah lokasi pembangun water park sudah ada di tangan Rohadi, namun pembayarannya belum dilunasi. Status tanah pun, kata dia, masih milik masyarakat. Nantinya, Rohadi berencana mengajak investor untuk membangun fasilitas tersebut.

Hendra juga meluruskan mengenai isu kliennya memiliki hotel.

"Pak rohadi juga merasa kaget. Hotel apa? Di mana? Saya kejar, tolong dipastikan Pak Rohadi. Rohadi memberikan keyakinan kepada kami bahwa dia tidak punya aset hotel," kata Hendra.

Diketahui, harta berlimpah Rohadi diungkapkan KPK dalam rapat dengar pendapat dengan DPR, Rabu 21 September lalu. KPK menjawab cibiran sejumlah pihak terkait operasi tangkap tangan terhadap suap dengan nominal kecil, salah satunya adalah Rohadi.

"Waktu itu Pak Agus Rahardjo (ketua KPK) di acara Muhammadiyah diketawain Pak Rizal Ramli (eks Menko Kemaritiman). Pak Agus kok OTT Rohadi cuma Rp250 juta," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.

Rohadi ditangkap KPK karena menerima suap dari Samsul Hidayatullah, kakak pedangdut Saipul Jamil. Rizal, kata Syarif, menyebut perkara itu sekelas kasus di kepolisian sektor.

Syarif pun menjelaskan, kasus suap bukan soal nominal. Ini perlu diungkap lantaran Rohadi memiliki kekayaan dan aset yang sangat tidak wajar jika dilihat dari karier dan pekerjaannya.

"Ada (punya) hotelnya, taman rekreasi, rumah sakit. Mobilnya 16. Ini kan panitera, bukan hakim agung, bukan hakim PN," kata Syarif.

Syarif ingin mengatakan, dari nominal suap yang tergolong kecil itu menjadi pintu masuk KPK membumihanguskan praktik atau skandal megakorupsi lainnya. KPK ingin menjerat orang-orang di belakang Rohadi.

"Ada daun, ada ranting, ada pohon. Mudah-mudahan, pohonnya juga bisa ketebang. Karena susah kalau langsung ke pohonnya. Jadi harus lewat ranting-ranting," kata Syarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TSK Kasus Suap Saipul Jamil Nyaris Bunuh Diri

TSK Kasus Suap Saipul Jamil Nyaris Bunuh Diri

Entertainment | Rabu, 07 September 2016 | 17:52 WIB

Kakak Kecewa Nama Ipul Ditulis Dalam Dakwaan Jaksa

Kakak Kecewa Nama Ipul Ditulis Dalam Dakwaan Jaksa

Entertainment | Rabu, 07 September 2016 | 15:58 WIB

Didakwa Beri Uang ke Panitera, Kakak Ipul: Saya Keberatan

Didakwa Beri Uang ke Panitera, Kakak Ipul: Saya Keberatan

Entertainment | Rabu, 07 September 2016 | 15:47 WIB

Terkini

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Kelelahan Kerja Bisa Ganggu Konsentrasi, Apa Risikonya?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:48 WIB

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Karhutla Kepung Way Kambas, Pemprov Lampung Gabungkan Operasi Udara dan Ratusan Pasukan Darat

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Cara BRI Cetak Mahasiswa UNAIR Jadi Agen Literasi

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:54 WIB

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×