Interview: Umi Pipik dan Cibiran Gara-gara Bercadar

Yazir Farouk | Wahyu Tri Laksono
Interview: Umi Pipik dan Cibiran Gara-gara Bercadar
Pipik Dian Irawati bercadar (Suara.com/Ismail)

Umi Pipik mulai bercadar setelah selesai menjalani umrah.

Suara.com - Pipik Dian Irawati atau yang dikenal Umi Pipik sudah mantap mengenakan niqab atau cadar. Perubahan penampilannya ini terjadi setelah selesai menjalani ibadah umrah pada April 2017.

Tapi sebenarnya, keinginan janda almarhum Ustadz Jefri Al Bukhori ini untuk bercadar sudah ada sejak dua tahun lalu. Waktu itu, Pipik belum bisa mewujudkan karena ada pertimbangan: masih ada kontrak dan takut ditinggal jemaah.

Kepada Suara.com, Pipik pun berbagi kisah tentang perubahan penampilannya ini. Berikut wawancara lengkapnya:

Kapan Anda mulai mantap memutuskan bercadar?

Saya baru benar-benar itu ya abis umrah sekitar bulan April, tapi pengen pakai niqab ini sudah sejak dua tahun lalu. Tapi saya masih terbatas sama kontrak iklan produk kecantikan. Masih yang jamaah gimana ya, masih yang takut. Sampai akhirnya saya umrah itu merasakan ya gitu-gitu aja. Kayak nggak dapet sesuatu yang terbaik dari ibadah ini, setiap tahun saya umrah tapi begitu saja. Sampai akhirnya saya kena tamparan banget, Allah tuh kayak sudah kesal mengingatkan saya.

Apa pengalaman spiritual yang Anda lewati sampai yakin mengenakan cadar?

Keluar hotel ketemu jamaah lain diajak foto-foto gara-gara saya nggak bercadar. Padahal kita mau salat, mau ke masjid, udah adzan. Itu nggak nyampe-nyampe padahal masjidnya deket, akhirnya salatnya di luar lagi di luar lagi. Padahal saya maunya di dalam, kan kalau di dalam berkahnya beda. Walaupun di luar sah salatnya. Akhirnya tuh merasa malu sama Allah. Ya Allah, kok gini-gini amat ya saya dikenal di dunia tapi sulit buat beribadah. Sampai akhirnya masuk ke Roudhoh, saya salat udah nggak peduli senggol sana senggol sini. Kepala saya keinjek, udah pasrah kayak ditegur 'elu tuh siapa sih dikenal di dunia aja'. Sampai akhirnya saya nangis dan berdoa, istigfar.

Dan bilang 'ya Allah saya mau hijrah' dan seperti ada bisikan di telinga saya bilang 'kapan mau ditutup kapan mau ditutup wajah saya'. Saya bersyukur Allah kasih wajah saya yang baik ini, tapi Allah lebih sayang supaya saya menutup wajah saya supaya dijauhi dari pandangan-pandangan buruk dan tak baik. Akhirnya di situ saya Bismillah dan pulang ke Hotel, kebetulan bawa cadar dan kemudian bilang sama anak-anak mau pakai cadar, akhirnya istiqomah.

Dengan penampilan baru ini Anda sudah siap meninggalkan panggung hiburan?

Hijrah ya, saya punya prinsip hijrah itu nggak boleh setengah-setengah. Hari ini pakai cadar besok ada tawaran dilepas. Saya sekarang sudah siap meninggalkan, orang kalau hijrah siap meninggalkan dan siap ditinggalkan. Kayak kemarin ditawarin main film aja, nggak ah saya sudah siap meninggalkan dunia entertainment saya. Mana keliatan sih kalau pakai cadar, ini aja udah pakai cadar masih difoto-foto. Bisa aja itu muka orang lain. Jadi memang sudah benar-benar meninggalkan.

Jika tawaran film yang datang bertema religi?

Tetep aja nggak keliatan kali, toh sama aja. Toh orang lain pakai cadar bisa aja. Pokoknya saya sudah nggak mau.

Bagaimana dengan kontrak yang masih ada?

Awal saya pakai niqab itu jadwal saya off yang di luar kota, cancel semua. Dianggapnya aliran ekstrim. Ya sudah ini memang kodrat dari Allah, saya pasrah. Tapi setelah mereka tahu tujuan saya berniqab itu hanya menutup aurat akhirnya paham. Soal hijab inikan semua mazhab ada yang mewajibkan ada yang sunnah. Tapi akhirnya besoknya kembali normal soal pekerjaan.

Dengan niqab ini tidak mengurangi rezeki saya, justru saya bertambah rezeki bisa membuka restoran. Terus ada yang memakai brand kosmetik yang tetap memakai saya, padahal kalau dipikir-pikir kita jualan kosmetik yang dilihat kan mukanya tapi mereka punya anggapan kalau temukan kecantikan di balik wajah yang tersembunyi.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS