Dari Rangga ke Dilan, Arus Balik 'Laki-Laki Baru' Film Indonesia

Reza Gunadha

Sabtu, 03 Maret 2018 | 15:51 WIB
Dari Rangga ke Dilan, Arus Balik 'Laki-Laki Baru' Film Indonesia
Dilan, tokoh sentral film "Dilan 1990" (kiri) dan Rangga, tokoh film "Ada Apa dengan Cinta" (kanan). {Miles Film/Falcon Pictures dan Max Pictures]

Tulisan Evi dibuat dan dipublikasikan sebelum film "Dilan" itu tayang di layar bioskop.

Namun, dalam artikelnya, Evi menjelaskan bagaimana tipologi laki-laki era 1980-1990-an sebagai "Bapakisme" cocok dengan sosok pria yang dikiaskan dalam Dilan.

Untuk diketahui, film "Dilan 1990" adalah adaptasi dari novel Pidi Baiq yang dirilis tahun 90-an.

"Bapakisme", tulis Evi, adalah tipologi laki-laki yang patriarkis dan dipromosikan sejak era Orde Baru. Misalnya, dalam film propaganda "Pengkhianatan G30S/PKI" (1981), tokoh sentralnya—Soeharto—digambarkan sebagai laki-laki maskulin ideal yang melindungi dan mengayomi keluarga dan negara, selain tentunya menjadi tulang punggung keluarganya.

"Dalam hegemoni Bapakisme sendiri ada banyak kontradiksi. Tidak semua laki-laki bisa menjadi pemberi nafkah keluarga. Namun, kontradiksi itu diredam dengan tetap menggambarkan mereka sebagai kepala rumah tangga, bagian dari posisi yang mereka dapatkan secara otomatis dalam sistem patriarkal," jelasnya.

"Selain itu, perempuan digambarkan boleh bekerja asal tetap memprioritaskan peran domestik dan reproduktifnya," tambahnya.

Tipologi "Bapakisme" ini menampak dalam karakter tokoh Dilan. Tokoh ini digambarkan sebagai panglima geng motor, tahu segala hal tentang Milea—tokoh perempuan film itu—dan selalu bertindak ingin melindungi Milea.

Dengan demikian, terjadi kemunduran alias arus balik perkembangan tipologi laki-laki terkait patriarkis dalam perfilman Indonesia.

Pasang surut promosi "laki-laki tipe baru" yang tak patriarkis lewat film, diakui Evi penuh tantangan.

baca juga

Ia juga mengakui, banyak pihak yang menentang tipologi "laki-laki baru" yang tak patriarkis tersebut, menyebabkan penggambarkan sosok idel laki-laki dalam film tak pernah stabil.

"Usaha untuk melegitimasi alternatif maskulinitas melalui film bukan tanpa tantangan. Seiring dengan menguatnya upaya perubahan terhadap hegemoni Bapakisme, muncul juga dukungan dan upaya untuk terus melestarikannya," terang Evi.

Untuk membaca artikel utuh penelitian Evi, sila baca di The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ajak Puteri dan Menantunya, Jokowi Nonton Film Dilan 1990

Ajak Puteri dan Menantunya, Jokowi Nonton Film Dilan 1990

Entertainment | Senin, 26 Februari 2018 | 00:15 WIB

Jokowi Nonton 'Dilan 1990', Jadi Ingat Zaman Remaja

Jokowi Nonton 'Dilan 1990', Jadi Ingat Zaman Remaja

News | Minggu, 25 Februari 2018 | 19:45 WIB

Untuk Sekuel Dilan, Putra Farhat Abbas Ikut Sekolah Akting

Untuk Sekuel Dilan, Putra Farhat Abbas Ikut Sekolah Akting

Entertainment | Rabu, 07 Februari 2018 | 11:55 WIB

Kocak, Polisi Tilang Dilan Lewat Meme

Kocak, Polisi Tilang Dilan Lewat Meme

Tekno | Rabu, 07 Februari 2018 | 06:30 WIB

Dilan 1990 Capai 4 Juta Penonton, Para Pemain Lakukan Ini

Dilan 1990 Capai 4 Juta Penonton, Para Pemain Lakukan Ini

Entertainment | Rabu, 07 Februari 2018 | 00:15 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

×