Liputan Khas

KHAS adalah sajian beragam artikel dengan topik-topik menarik hasil liputan khusus/khas dari tim redaksi Suara.com.

Interview: Indra Brasco, Si Pengusaha yang Balik ke Dunia Akting

Yazir Farouk | Sumarni
Interview: Indra Brasco, Si Pengusaha yang Balik ke Dunia Akting
Indra Brasco [Suara.com/Alfian Winanto]

"Aku sudah hampir 20 tahun di bisnis dari tahun 2000. Naik turunnya cukup lumayan," katanya.

Suara.com - Aktor Indra Brasco akhirnya kembali berakting setelah sekian lama vakum. Setidaknya, dia cuti melakoni seni peran selama 12 tahun penuh.

Suami Mona Ratuliu ini kembali lewat film Gundala dan Jeritan Malam. Keduanya sama-sama tayang pada tahun ini.

Kepada Suara.com, Indra Brasco mengaku sengaja rehat panjang gara-gara fokus berbisnis. Tapi kekinian, usahanya itu sudah cukup mumpuni sehingga lelaki 45 tahun ini memutuskan kembali ke layar lebar.

Lebih lanjut, berikut wawancara lengkap Indra Brasco mengenai sepak terjangnya sebagai pengusaha hingga berakhir comeback main film:

Apa yang dilakukan selama 12 vakum akting?

Selama vakum, aku tuh punya bisnis sebenarnya. Ada beberapa bisnis yang memang running sampai sekarang. Dan ada bisnis event organizer, production house, terus ada advertising agency. Memang pada saat 12 tahun nggak main film sebenarnya sebelumnya udah punya bisnis sih. Aku ngelihat kayaknya kalau aku setengah-setengah nanganin bisnis, nggak akan maksimal. Jadi harus pilih salah satu. Karena waktu syuting membutuhkan lumayan panjang waktunya, jadi aku waktu itu bilang ke Mona, 'Sayang kayaknya aku lebih fokus bisnis deh.' Cuma walau begitu, Mona masih syuting film dan sinetron. Paling rasa kangen itu adanya pada saat nganterin Mona syuting.

Pas setelah 12 tahun, kebetulan aku bisnisnya bisa dibilang sudah bisa ditinggal karena sudah remote, ada tim yang running. Aku buka bisnis lagi Co Working Space. Kayak office space. Sebenarnya nggak banyak makan waktu di bisnis ini. Kebetulan aku sendiri yang ngebuild Co Working Space ini. Banyak waktu nganggur. Eh dapat tawaran pertama di film Gundala. Secara film cukup legend. Jadi okedeh. Walaupun perannya kecil tapi lumayanlah meremind kembali diperfilm-an. Setelah di Gundala tiba-tiba dapat tawaran di film ini, Jeritan Malam. Aku pikir samalah scenenya nggak panjang. Eh begitu lihat, menantang banget. Karakter yang diperankan, sosoknya dan orang-orang yang terlibat di film ini juga profesional. Jadi tantangan juga sih.

Sempat gugup ketika kembali akting?

Bicara gugup, gugup juga. Memang paling gugup di film ini, Jeritan Malam. Karena lebih dari 50 scene di film ini. Dialog skenarionya juga panjang, lima sampai tujuh halaman. Di sini emang problemnya masalah menghafalkan. Jadi aku hampir tiap hari, tiap detik ngapalin dialog dari film ini. Kebetulan Mona salah satu yang support aku. Support dalam menghafal. Kadang di jalan Mona bacain skenarionya. Terus di tempat tidur, di tempat makan, aku juga berdialog sendiri buat menghafal. Memang ngawali seni peran lagi di film Jeritan Malam ini effortnya lumayan. Tapi alhamdulillah produser dan production house ini menyediakan acting coach. Nah acting coach ini selalu meremind aku. Dia selalu mengingatkan aku kalau ada salah-salah saat di lokasi. Yah alhamdulillah pas balik akting lagi dapetnya produksi yang pas, pemainnya juga yang pas.

Indra Brasco [Suara.com/Alfian Winanto]
Indra Brasco [Suara.com/Alfian Winanto]

Bisa dibilang ini menandai akting lagi?

Iya bisa dibilang begitu. Karena memang secara peran cukup besar dari karakter Minto [karakte di film Jeritan Malam]. Jadi bisa dibilang kembalinya lah ke film.

Ke depan akan fokus akting lagi?

Kayaknya iya karena sudah menemukan nikmatnya gitu. Aku besarnya di dunia ini, seni peran. Begitu dikasih kesempatan dan menurut aku cukup nyaman dan enjoy di film ini, aku sih mungkin akan mulai lah. Karena kerjaan aku juga sudah bisa dikontrol darimana aja. Jadi kenapa nggak, buat kembali ke film.

Punya production house (PH) kenapa nggak bikin film sendiri?

Oh nggak, PH ku cuma bikin company profile untuk corporate. Terus bikin dokumentasi sebuah perusahaan yang lagi event. Gitu aja sih.

Tapi ada rencana jadi produser film?

Insya Allah tahun depan sih ada satu partner. Kita akan bikin film yang genre-ya beda. Karena concern aku sama Mona itu ke family, parenting, kita ke depannya ada rencana bikin film itu.

Mona Ratuliu bersama suami dan tiga anaknya. [Instagram]
Mona Ratuliu bersama suami dan tiga anaknya. [Instagram]

Suka duka berbisnis?

Aku sudah hampir 20 tahun di bisnis dari tahun 2000. Naik turunnya cukup lumayan. Dari awal karyawan cuma bertiga, sampai 50 orang, terus karyawannya sedikit lagi. Tapi kalau bicara masalah bisnis, yang paling penting harus siap enak dan nggak enaknya. Jadi nggak untung melulu. Bicara rugi dan nggak enaknya pasti ada. Yang penting fokus dan terus mau mencoba.

Kita bener-bener kalau bicara era sekarang yang digital, spead bisnisnya lebih cepat ketimbang dulu. Kalau dulu bisnis bisa tahunan. Kalau sekarang bisa lebih singkat. Harus bisa bikin terobosan baru, pasti akan lebih survive. Aku sempat sekolah lagi tentang digital, sekolah lagi start up. Bahkan ikutan cooding. Temen-temen gue di bawah 30 tahun. Tapi gue yang paling tua. Yah nggak apa-apa, pengen tahu aja apa sih yang dipelajari kaum milineal. Eh ternyata cukup susah ngikutin cooding. Tapi dari situ aku mempelajari kebutuhan mereka. Dengan membuat Co Working Space, bikin office space. Kita juga menyediakan konsultannya juga. Tempatnya kita bikin cozy, milineal dan Instagramable. Kita nggak bisa ikuti speed milineal tapi bisa memfasilitasi mereka tempat buat mereka berbisnis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS